Lonjakan Harga Emas Global 2026 Dorong Saham Emiten Tambang Meroket Signifikan

Senin, 26 Januari 2026 | 15:55:10 WIB
Lonjakan Harga Emas Global 2026 Dorong Saham Emiten Tambang Meroket Signifikan

JAKARTA - Saham-saham emiten emas di Bursa Efek Indonesia ikut berpesta pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026. Lonjakan harga emas global yang menembus rekor tertinggi sepanjang masa menjadi katalis utama penguatan ini.

Harga emas spot tercatat naik 1,98% ke level US$5.081,18 per ons pada pukul 03.23 GMT. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari juga menguat 2,01% ke posisi US$5.079,30 per ons.

Kinerja Saham Tambang Emas Domestik

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu saham paling mencuri perhatian. Saham ANTM hari ini dibuka di Rp4.400 dan hingga sesi siang melonjak 550 poin atau 12,82% ke Rp4.840.

Dalam sepekan, saham ini sudah naik 21%, sementara secara bulanan melesat 50,31%. Aktivitas transaksinya pun sangat ramai, dengan volume perdagangan mencapai 387,9 juta lembar dan nilai transaksi menembus Rp1,83 triliun.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga mencatat kenaikan signifikan. Saham EMAS dibuka di Rp6.550 dan siang ini melonjak 1.075 poin atau 17,41% ke Rp7.250, dengan kenaikan mingguan sebesar 31,82%.

Sementara PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dibuka di Rp3.350 dan naik 80 poin atau 2,42% ke Rp3.380 pada pertengahan hari. Secara akumulatif, MDKA meningkat 10,46% dalam sepekan dan 53,64% dalam sebulan terakhir.

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turut tampil solid. Saham ARCI dibuka di Rp2.010 dan naik 95 poin atau 9,41% ke Rp2.030, dengan kenaikan bulanan mencapai 20,12%.

Emiten Emas Lainnya Ikut Terangkat

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dibuka di Rp1.280 dan siang ini menanjak 65 poin atau 5,20% ke Rp1.315. Kenaikan bulanan BRMS tercatat 21,20%, mencerminkan optimisme pasar terhadap sektor tambang emas.

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) memulai perdagangan hari ini di Rp640 dan naik 25 poin atau 4,03% ke Rp645. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dibuka di Rp2.450 dan siang ini terapresiasi 150 poin atau 6,44% ke Rp2.480.

Kenaikan saham HRTA juga tercatat mencapai 20,98% dalam sebulan terakhir. Tren ini menunjukkan antusiasme investor terhadap sektor emas, seiring harga logam mulia yang terus menanjak.

Proyeksi Harga Emas dan Sentimen Investor

Optimisme terhadap harga emas ke depan turut diperkuat oleh Goldman Sachs. Bank investasi ini menaikkan proyeksi harga emas akhir tahun menjadi US$5.400 per ons.

Kenaikan proyeksi didorong oleh diversifikasi aset ke emas oleh sektor swasta dan bank sentral negara berkembang. Goldman Sachs memperkirakan pembeli emas dari sektor swasta tidak akan melepas kepemilikan mereka sepanjang 2026.

Selain itu, bank investasi ini juga memproyeksikan pembelian emas oleh bank sentral akan mencapai rata-rata 60 ton sepanjang tahun. Permintaan emas dari bank sentral negara berkembang bertujuan mendiversifikasi cadangan devisa mereka ke logam mulia.

Tren ini memberikan sinyal positif bagi saham-saham emiten emas domestik. Investor semakin percaya diri untuk menempatkan modalnya pada sektor tambang emas, berharap keuntungan seiring harga global yang terus meningkat.

Kombinasi faktor global dan domestik menjadi katalis utama penguatan saham emiten emas. Lonjakan harga emas global yang mencapai all time high mendorong permintaan saham tambang emas di BEI meningkat drastis.

Dengan volume transaksi yang tinggi, pasar saham emiten emas menunjukkan likuiditas yang solid. Investor juga memanfaatkan momentum ini untuk merealisasikan keuntungan jangka pendek maupun menambah portofolio.

Secara teknikal, saham-saham ini menunjukkan tren naik yang kuat. Hal ini mendorong optimisme pasar dan menarik minat investor baru maupun institusi untuk masuk ke sektor emas.

Pergerakan positif ini kemungkinan akan berlanjut sepanjang kuartal pertama 2026. Apalagi proyeksi harga emas global yang terus meningkat menjadi sentimen kuat bagi pasar domestik.

Selain itu, ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan moneter negara besar mendorong investor mencari aset safe haven. Emas dan saham emiten emas menjadi pilihan utama untuk melindungi nilai kekayaan dari volatilitas pasar.

Kinerja positif ini memperlihatkan korelasi kuat antara harga emas global dan saham emiten domestik. Investor di Indonesia dapat memanfaatkan tren ini untuk meraih keuntungan optimal dengan strategi investasi yang tepat.

Kesimpulannya, lonjakan harga emas global hingga US$5.081 per ons mendorong saham-saham emiten tambang emas domestik melejit. Saham ANTM, EMAS, MDKA, ARCI, BRMS, PSAB, dan HRTA menunjukkan performa impresif, seiring optimisme investor terhadap prospek harga emas 2026.

Terkini