JAKARTA - Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terus dipercepat oleh PT Hutama Karya (Persero) untuk mendukung konektivitas dan distribusi logistik di Pulau Sumatra. Salah satu fokus utama saat ini adalah Ruas Rengat–Pekanbaru Seksi Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru.
Hingga Januari 2026, progres konstruksi ruas tol ini telah mencapai 71,07 persen, sementara pengadaan lahan tercatat sebesar 83,52 persen. Kecepatan pengerjaan menunjukkan komitmen Hutama Karya dalam penyelesaian proyek strategis nasional.
Jembatan Siak, Pilar Utama Konektivitas
Salah satu elemen vital di ruas tol ini adalah Jembatan Siak yang melintasi Sungai Siak. Progres konstruksi jembatan kini telah mencapai 98 persen, menandai tahap akhir penyelesaian infrastruktur tersebut.
“Jembatan Siak STA 193+560 menjadi jembatan kelima yang menghubungkan wilayah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, sekaligus memperkuat jaringan jalan tol sebagai jalur distribusi utama,” ujar Executive Vice President Hutama Karya, Mardiansyah, pada Rabu, 11 Februari 2026.
Sungai Siak dikenal sebagai salah satu sungai terdalam di Indonesia dan selama ini menjadi pemisah alami antarwilayah. Keberadaan jembatan ini diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa.
Teknis dan Kelancaran Lalu Lintas
Jembatan Siak memiliki panjang total 214,5 meter dengan bentang utama sepanjang 97,5 meter. Struktur Box Girder dengan metode Balanced Cantilever menggunakan Form Traveller diterapkan untuk menjamin kekuatan dan stabilitas jembatan.
Pekerjaan struktur utama jembatan diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan. Hal ini mencerminkan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan konstruksi di lapangan.
Keberadaan jembatan ini akan meningkatkan kelancaran lalu lintas di jalur Pekanbaru–Rengat. Infrastruktur ini juga mempercepat mobilitas masyarakat dan mendukung kegiatan ekonomi regional.
Integrasi dengan Ruas Tol Lain
Ruas Tol Rengat–Pekanbaru Seksi Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru akan terhubung dengan sejumlah ruas tol utama lainnya. Beberapa di antaranya adalah Tol Pekanbaru–Rengat, Tol Pekanbaru–Dumai, dan Tol Pekanbaru–Bangkinang–XIII Koto Kampar.
Integrasi ini akan memperkuat jaringan JTTS secara keseluruhan. Distribusi logistik dan transportasi antarprovinsi menjadi lebih efisien berkat konektivitas yang meningkat.
“Keberadaan Jembatan Siak berperan penting dalam memperkuat integrasi antar-ruas tol di Provinsi Riau. Infrastruktur ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Mardiansyah.
Manfaat dan Konektivitas Wilayah
Proyek ini juga berperan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan arteri. Akses ke kawasan industri, perdagangan, dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar Pekanbaru menjadi lebih mudah dan cepat.
Seluruh konstruksi dilaksanakan dengan standar keselamatan dan mutu ketat, mencatatkan capaian Zero Accident. Keamanan pekerja dan kualitas hasil menjadi prioritas dalam setiap tahap pembangunan.
Hutama Karya menegaskan komitmen menghadirkan infrastruktur strategis nasional yang aman dan berkualitas. Keberadaan ruas tol ini diharapkan memperkuat peran JTTS sebagai tulang punggung konektivitas darat di Pulau Sumatra sekaligus mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi regional.