Listrik

PLN Pastikan Tarif Token Listrik Februari 2026 Stabil, Ini Rincian Lengkapnya untuk Semua Golongan Pelanggan

PLN Pastikan Tarif Token Listrik Februari 2026 Stabil, Ini Rincian Lengkapnya untuk Semua Golongan Pelanggan
PLN Pastikan Tarif Token Listrik Februari 2026 Stabil, Ini Rincian Lengkapnya untuk Semua Golongan Pelanggan

JAKARTA - PLN menegaskan bahwa tarif token listrik untuk periode 9–15 Februari 2026 tetap tidak berubah. Kebijakan ini berlaku untuk semua golongan, termasuk rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA, mengikuti tarif dasar listrik resmi.

Keputusan ini diambil untuk memberikan kemudahan dalam perencanaan anggaran bulanan masyarakat. Dengan harga listrik yang stabil, rumah tangga dan layanan sosial dapat lebih tenang mengatur pengeluaran rutin.

Rincian Tarif Listrik per Golongan Rumah Tangga

Untuk pelanggan rumah tangga dengan subsidi, golongan R-1/TR 450 VA dikenakan tarif Rp 415 per kWh. Sedangkan pelanggan R-1/TR 900 VA yang disubsidi membayar Rp 605 per kWh, tetap mengikuti ketentuan pemerintah.

Pelanggan non-subsidi 900 VA-RTM dikenakan tarif Rp 1.352 per kWh. Tarif ini berlaku secara nasional dan menjadi acuan untuk penggunaan listrik rumah tangga kecil yang tidak mendapat subsidi.

Golongan daya lebih besar seperti 1.300 VA dan 2.200 VA masing-masing memiliki tarif Rp 1.444,70 per kWh. Sementara itu, pelanggan menengah R-2/TR (3.500–5.500 VA) dan besar R-3/TR (>6.600 VA) membayar Rp 1.699,53 per kWh.

Tarif Listrik untuk Pelayanan Sosial dan Sektor Pemerintah

Pelanggan sosial golongan S-1/TR 450 VA dikenai tarif Rp 325 per kWh, sedangkan S-1/TR 900 VA Rp 455 per kWh. Hal ini memastikan layanan sosial tetap terjangkau dan dapat mendukung masyarakat kurang mampu.

Untuk sektor pemerintah, golongan P-1/TR 6.600 VA–200 kVA membayar Rp 1.699,53 per kWh. Tarif P-2/TM di atas 200 kVA sebesar Rp 1.522,88 per kWh, dan PJU golongan P-3/TR menyesuaikan Rp 1.699,53 per kWh.

Tarif Listrik untuk Bisnis dan Industri

PLN menetapkan tarif berbeda untuk sektor bisnis dan industri sesuai kapasitas daya. Golongan B-2/TR kecil (6.600 VA–200 kVA) dikenai tarif Rp 1.444,70 per kWh, sedangkan B-3/TM >200 kVA dan industri I-3/TM >200 kVA membayar Rp 1.114,74 per kWh.

Industri besar dengan daya di atas 30.000 kVA, golongan I-4/TT, menikmati tarif terendah Rp 996,74 per kWh. Penyesuaian tarif ini dilakukan agar sektor industri tetap kompetitif namun efisien dalam penggunaan energi listrik.

Mekanisme Pembelian Token Listrik dan Strategi PLN

Pembelian token listrik, misalnya senilai Rp 50.000, akan menentukan jumlah kWh yang diterima pelanggan. Nilai kWh ini berbeda-beda tergantung golongan, daya, dan wilayah di seluruh Indonesia.

PLN menekankan layanan yang transparan dengan mempermudah akses pembelian melalui aplikasi PLN Mobile. Hal ini memungkinkan pelanggan melakukan transaksi tanpa harus datang ke loket fisik, memberikan fleksibilitas dan kenyamanan.

Selain itu, PLN juga menyiapkan strategi distribusi token untuk menjaga pasokan listrik di setiap wilayah. Jika permintaan meningkat tajam, menu tarif dan jumlah kWh akan disesuaikan agar suplai tetap lancar dan pelayanan rumah tangga, sosial, serta institusi publik tidak terganggu.

Manfaat Stabilitas Tarif bagi Masyarakat dan Pelanggan

Dengan harga listrik yang tetap, rumah tangga dapat mengatur konsumsi listrik sesuai anggaran bulanan. Hal ini juga membantu layanan sosial merencanakan pemakaian energi secara lebih efisien.

Transparansi rincian tarif dan mekanisme pembelian membuat pelanggan lebih mudah memahami hak dan kewajiban mereka. Pemahaman ini penting agar konsumsi listrik dapat dikelola secara bijak dan tidak melebihi kapasitas anggaran.

Pelanggan yang memahami tarif dan distribusi token akan mampu memaksimalkan penggunaan listrik. Dengan demikian, PLN tidak hanya menjaga pasokan listrik, tetapi juga membantu masyarakat dan institusi publik memanfaatkan energi dengan optimal.

Secara keseluruhan, kebijakan tarif stabil Februari 2026 menunjukkan komitmen PLN dalam menjaga keberlanjutan energi. Pelanggan dari berbagai golongan dapat merasakan manfaat langsung dari harga yang konsisten dan layanan yang mudah diakses.

Transparansi, kemudahan pembelian, dan strategi distribusi yang matang menjadi kunci agar pasokan listrik tetap lancar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan informasi yang jelas, setiap pelanggan dapat menyesuaikan konsumsi listrik secara efisien dan tepat anggaran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index