Kereta Api Petani dan Pedagang 2025 Resmi Meluncur, UMKM Kini Punya Akses Baru

Minggu, 30 November 2025 | 10:02:28 WIB
Kereta Api Petani dan Pedagang 2025 Resmi Meluncur, UMKM Kini Punya Akses Baru

JAKARTA - Peningkatan konektivitas antarwilayah kembali menjadi fokus KAI Group melalui peluncuran layanan transportasi khusus bagi pelaku usaha kecil. Kereta Petani dan Pedagang disiapkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang lebih mudah dan efisien bagi sektor pertanian dan perdagangan lokal.

Layanan ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini mengandalkan moda transportasi terbatas untuk membawa hasil panen dan barang dagangan. Kehadiran kereta khusus ini diharapkan mempercepat distribusi dan memudahkan petani maupun pedagang dalam mengakses pasar.

Kereta Petani dan Pedagang akan mulai beroperasi pada Commuter Line Merak mulai Senin, 01 Desember 2025. Pengguna dari segmen petani dan pedagang dapat langsung memanfaatkan fasilitas ini pada hari pengoperasiannya.

KAI Commuter telah menyiapkan sejumlah aturan agar layanan berjalan tertib dan nyaman. Persiapan tersebut meliputi ketentuan registrasi, proses pembelian tiket, hingga aturan barang bawaan.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan bahwa layanan ini mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang membawa barang dagangan setiap hari. Kereta tersebut menyediakan 73 tempat duduk serta terintegrasi penuh dengan perjalanan reguler Commuter Line Merak.

“Setiap harinya akan tersedia 7 perjalanan dari Merak dan 7 perjalanan dari Rangkasbitung, sesuai dengan jadwal Commuter Line Merak saat ini,” ujar Karina dalam keterangan tertulis, Minggu 30 November 2025. Ia menegaskan bahwa pola operasi dibuat agar tetap selaras dengan jadwal layanan reguler.

Registrasi Pengguna dan Mekanisme Pembelian Tiket

Untuk menggunakan layanan ini, calon penumpang wajib melakukan registrasi di loket yang telah disediakan. Setiap pengguna diminta membawa kartu identitas dan mengisi formulir sebelum diverifikasi oleh petugas.

Registrasi dapat dilakukan sebelum hari keberangkatan atau pada hari penggunaan layanan. Setelah proses verifikasi selesai, pengguna akan mendapatkan kartu Petani dan Pedagang sebagai identitas khusus.

Kartu tersebut memberikan sejumlah kemudahan bagi pemiliknya, termasuk akses pemesanan tiket sejak H-7. Pembelian dapat dilakukan di loket-loket stasiun yang berada di jalur Commuter Line Merak.

Selain itu, pemilik kartu dapat masuk lebih awal ke area ruang tunggu di stasiun. Mereka diperbolehkan melakukan boarding sejak dua jam sebelum waktu keberangkatan.

Karina menyampaikan bahwa masyarakat yang belum melakukan registrasi tetap bisa membeli tiket pada hari keberangkatan. Namun, hal tersebut berlaku hanya jika tiket masih tersedia pada hari tersebut.

KAI Commuter juga memberlakukan aturan mengenai jumlah barang dagangan yang dapat dibawa. Setiap pengguna hanya diperbolehkan membawa dua koli atau dua tentengan dengan ukuran hingga 100 cm x 40 cm x 30 cm per koli.

“Untuk barang bawaan yang berbau menyengat, hewan ternak, dan barang yang mudah terbakar serta senjata tajam atau api, dilarang dibawa di kereta petani dan pedagang ini,” jelas Karina. Aturan tersebut diberlakukan demi keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna layanan.

Peran Kereta Petani dan Pedagang untuk Perekonomian Lokal

Pengoperasian kereta khusus ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat pergerakan rantai pasok lokal. Akses angkutan yang lebih mudah diyakini dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Merak–Rangkasbitung.

“Untuk kenyamanan bersama, KAI Commuter mengajak seluruh pengguna untuk selalu mengikuti aturan yang berlaku dan menjaga sarana serta fasilitas pelayanan Kereta Petani dan Pedagang ini,” tutur Karina. Ia mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas agar layanan dapat berkelanjutan.

Layanan ini juga menjadi upaya untuk memperluas pilihan transportasi bagi pelaku usaha kecil. Dengan biaya yang terjangkau, petani dan pedagang dapat membawa hasil panen atau barang dagangan mereka dengan lebih efisien.

Selain itu, kereta ini diharapkan dapat meminimalkan hambatan distribusi yang kerap dialami masyarakat kecil. Kendala seperti kemacetan jalan maupun tingginya biaya pengiriman dapat ditekan melalui layanan berbasis rel ini.

Dukungan Pemerintah dan Penetapan Tarif Bersubsidi

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Arif Anwar menegaskan bahwa DJKA mendukung penuh operasional kereta ini. Ia menyampaikan bahwa pemerintah memastikan layanan tersebut dapat berjalan optimal sejak hari pertama pengoperasian.

Salah satu bentuk dukungan adalah penyediaan dana Public Service Obligation atau PSO. Subsidi ini diberikan untuk memastikan tarif tetap terjangkau oleh masyarakat pengguna.

“Kami instruksikan kepada KAI Commuter melalui skema PSO untuk mematok tarif Kereta Petani dan Pedagang pada harga Rp3.000 seperti tarif layanan Commuter Line Merak agar tidak memberatkan masyarakat,” tegas Arif. Ia memastikan bahwa penetapan tarif telah mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat kecil.

Arif menjelaskan bahwa PSO merupakan insentif dari pemerintah untuk menjaga agar harga layanan kereta dapat dinikmati semua kalangan. Subsidi ini menjadi instrumen penting dalam mendorong keadilan akses transportasi.

Selain memastikan tarif, pemerintah juga melakukan pengujian menyeluruh terhadap rangkaian kereta. Pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh sarana telah memenuhi standar kelayakan operasional.

Arif menyebutkan bahwa uji kelaikan dilakukan untuk menjamin keselamatan pengguna jasa transportasi. Pemerintah ingin memastikan risiko selama perjalanan dapat ditekan semaksimal mungkin.

Tahap pengujian juga memastikan pengoperasian mengikuti standar pelayanan minimum. Aspek seperti keselamatan, keamanan, kenyamanan, keandalan, kemudahan, dan kesetaraan diutamakan sesuai regulasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2019.

“Kami mengapresiasi KAI Group atas inovasinya dalam meluncurkan layanan ini dan semoga Kereta Petani dan Pedagang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Arif. Ia berharap layanan ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan sarana distribusi lebih efisien.

Terkini