Proyek Tol Malang–Kepanjen Masuki Tahap Perencanaan, Target Pembebasan Lahan 2027

Kamis, 22 Januari 2026 | 08:53:14 WIB
Proyek Tol Malang–Kepanjen Masuki Tahap Perencanaan, Target Pembebasan Lahan 2027

JAKARTA - Upaya Pemerintah Kabupaten Malang dalam memperkuat infrastruktur wilayah kembali menunjukkan arah yang jelas. Pembangunan konektivitas antara wilayah utara dan selatan kini menjadi prioritas utama melalui proyek strategis nasional.

Salah satu fokus besar yang sedang dikebut adalah rencana pembangunan Jalan Tol Malang–Kepanjen. Proyek ini diproyeksikan menjadi jalur penghubung vital menuju kawasan Pantai Selatan atau Pansela.

Tol Malang–Kepanjen dirancang sebagai urat nadi baru mobilitas masyarakat. Kehadirannya diharapkan mampu memangkas jarak dan waktu tempuh dari pusat kota menuju kawasan selatan.

Pemkab Malang menilai konektivitas wilayah menjadi kunci pemerataan pembangunan. Dengan infrastruktur yang memadai, potensi ekonomi dan pariwisata di Malang Selatan dapat berkembang lebih cepat.

Progres Terbaru Tol Malang–Kepanjen

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma atau yang akrab disapa Oong, menyampaikan perkembangan terkini proyek tersebut. Saat ini, pembangunan tol masih berada dalam tahap perencanaan teknis.

Menurut Oong, proyek Tol Malang–Kepanjen sedang menjalani proses review basic design. Selain itu, feasibility study atau studi kelayakan juga tengah dievaluasi secara menyeluruh.

Tahap ini dinilai krusial untuk memastikan proyek berjalan sesuai kebutuhan wilayah. Seluruh aspek teknis dan dampak pembangunan diperhitungkan secara matang.

Apabila proses perencanaan berjalan sesuai target, tahapan berikutnya adalah pembebasan lahan. Pemkab Malang menargetkan pembebasan lahan dapat dimulai pada tahun 2027.

Rencana tersebut disusun dengan mempertimbangkan kesiapan anggaran dan koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah juga terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat.

Tol Malang–Kepanjen dirancang menghubungkan wilayah perkotaan Malang dengan Kepanjen. Dari Kepanjen, jalur tersebut akan terkoneksi hingga Bantur dan Pantai Balekambang.

Konektivitas ini diharapkan membuka akses yang lebih cepat dan efisien. Jalur selatan Malang akan lebih mudah dijangkau dari pusat kota.

“Akses dari utara ke selatan akan terkoneksi melalui jalan tol nanti, memperkuat potensi Pansela agar bisa berkembang seperti Pantura,” ujar Oong.

Pernyataan tersebut menegaskan visi besar Pemkab Malang terhadap pengembangan wilayah selatan. Pansela diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Perbaikan Jalan Sirip dan Dukungan Infrastruktur

Selain pembangunan jalan tol, Pemkab Malang juga menaruh perhatian besar pada jalan sirip pendukung. Perbaikan jalan non-tol menjadi bagian penting dari strategi konektivitas wilayah.

Salah satu ruas yang menjadi fokus adalah jalan Kepanjen–Pagak. Ruas ini telah mendapatkan persetujuan pendanaan dari pemerintah pusat.

Pendanaan tersebut diberikan melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah atau IJD. Skema ini mendukung percepatan peningkatan kualitas jalan daerah.

Rencana peningkatan jalan Kepanjen–Pagak mencakup panjang sekitar 13 kilometer. Pekerjaan ini melanjutkan ruas dari STA 3.100 hingga STA 16.000.

Dari sisi anggaran, estimasi biaya pembangunan berada di kisaran Rp49 miliar hingga Rp65 miliar. Angka tersebut disesuaikan dengan spesifikasi teknis yang direncanakan.

Peningkatan jalan ini tidak hanya sebatas perbaikan permukaan. Pemkab Malang juga merencanakan pelebaran jalan secara signifikan.

Lebar jalan yang sebelumnya 5,5 meter akan diperluas menjadi 7 hingga 7,5 meter. Pelebaran ini bertujuan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Selain pelebaran, badan jalan juga akan ditinggikan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi genangan dan kerusakan akibat cuaca ekstrem.

Pembangunan drainase menjadi bagian penting dalam proyek ini. Drainase akan dilengkapi dengan U-ditch di sisi kiri dan kanan jalan.

Sistem drainase tersebut diharapkan mampu mengalirkan air secara optimal. Dengan begitu, daya tahan jalan bisa lebih lama.

Sebagai informasi, tahap awal proyek jalan Kepanjen–Pagak telah dikerjakan sebelumnya. Pada tahun 2024, pembangunan sepanjang 3,1 kilometer telah diselesaikan.

Ruas awal tersebut dimulai dari Perempatan Kepanjen menuju arah selatan. Tahap ini menjadi fondasi bagi pengembangan jalan berikutnya.

Dampak Konektivitas bagi Pariwisata dan Ekonomi

Peningkatan konektivitas utara dan selatan Malang diharapkan membawa dampak luas. Salah satu sektor yang paling diuntungkan adalah pariwisata.

Akses yang lebih baik akan memangkas waktu tempuh wisatawan menuju destinasi unggulan. Pantai Balekambang dan Sendang Biru menjadi tujuan utama.

Dengan waktu perjalanan yang lebih singkat, minat wisatawan diprediksi meningkat. Hal ini berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan sepanjang tahun.

Lebar jalan yang ideal juga menjadi faktor penting. Jalan dengan lebar minimal 7 meter memungkinkan kendaraan besar melintas dengan aman.

Bus pariwisata akan lebih mudah mencapai kawasan Malang Selatan. Kenyamanan dan keselamatan perjalanan menjadi nilai tambah bagi operator wisata.

Akses yang lebih baik juga berdampak langsung pada perekonomian warga lokal. Aktivitas usaha di sepanjang jalur selatan diperkirakan akan tumbuh.

Warung, penginapan, dan usaha kecil lainnya berpotensi mendapatkan peningkatan pendapatan. Infrastruktur yang memadai menjadi pemicu perputaran ekonomi.

Pemkab Malang berharap pembangunan ini mampu mendorong pemerataan pembangunan. Wilayah selatan tidak lagi tertinggal dibandingkan kawasan utara.

Konektivitas yang kuat juga mendukung distribusi logistik dan hasil pertanian. Produk lokal dapat dipasarkan dengan lebih efisien.

Dengan tol dan jalan pendukung yang terintegrasi, mobilitas masyarakat akan meningkat. Akses layanan publik juga menjadi lebih mudah.

Pembangunan infrastruktur ini menjadi langkah strategis jangka panjang. Pemkab Malang ingin memastikan pertumbuhan wilayah berjalan berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Sinergi tersebut diharapkan mempercepat realisasi pembangunan.

Tol Malang–Kepanjen dan jalan pendukungnya menjadi simbol perubahan wajah Malang Selatan. Infrastruktur ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi dan pariwisata.

Dengan perencanaan yang matang, proyek ini diyakini mampu memberikan manfaat luas. Konektivitas utara dan selatan Malang akan semakin solid di masa depan.

Terkini