Harga Minyak Dunia Naik Tajam Akibat Geopolitik dan Gangguan Pasokan

Senin, 26 Januari 2026 | 14:22:08 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tajam Akibat Geopolitik dan Gangguan Pasokan

JAKARTA - Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Senin pagi, 26 Januari 2026. Brent crude diperdagangkan di kisaran US$ 66 per barel, sementara WTI berada di level US$ 61,21 per barel.

Kenaikan ini menandai penguatan tipis dibandingkan penutupan sesi sebelumnya. Pasar menanggapi beberapa sentimen global yang memengaruhi pasokan minyak mentah dunia.

Faktor Geopolitik dan Potensi Gangguan Pasokan

Sentimen utama berasal dari meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Kekhawatiran gangguan pasokan mendorong pelaku pasar meningkatkan permintaan kontrak minyak.

Meskipun beberapa pasokan teknis, seperti pipa ekspor dari Kazakhstan, telah pulih, investor masih waspada terhadap risiko volatilitas harga. Kondisi ini membuat harga Brent dan WTI tetap berada di zona penguatan.

Geopolitik global kini menjadi salah satu indikator utama pergerakan harga minyak. Ketidakpastian politik dan konflik di wilayah penghasil minyak memicu pasar untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan suplai.

Tren Mingguan dan Momentum Kenaikan

Dalam satu minggu terakhir, kedua acuan mencatat penguatan sekitar 2,7%. Momentum ini menunjukkan adanya tren kenaikan yang stabil sejak sesi perdagangan sebelumnya.

Brent crude sebagai acuan global terus mendapatkan tekanan positif dari ekspektasi pasokan terbatas. Sementara WTI, patokan utama AS, mengikuti pergerakan yang serupa karena permintaan domestik dan ekspor yang meningkat.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa harga minyak dunia masih berpotensi bergerak naik dalam beberapa sesi mendatang. Namun, pelaku pasar tetap menunggu informasi tambahan terkait produksi OPEC dan pasokan cadangan strategis global.

Dampak Bagi Pasar dan Ekonomi Global

Kenaikan harga minyak berdampak langsung pada biaya energi dan transportasi di berbagai negara. Negara-negara pengimpor minyak harus menyesuaikan anggaran subsidi energi akibat lonjakan harga ini.

Sektor industri juga merasakan tekanan karena harga bahan baku energi meningkat. Hal ini dapat memicu inflasi dan memengaruhi daya beli masyarakat jika harga minyak terus bertahan di level tinggi.

Investasi di sektor energi menjadi lebih menarik karena potensi keuntungan dari harga minyak yang menguat. Perusahaan eksplorasi dan produksi minyak cenderung meningkatkan aktivitas untuk memanfaatkan momentum harga tinggi.

Para analis menyarankan pemerintah dan pelaku industri untuk tetap memantau perkembangan geopolitik. Ketidakpastian di Timur Tengah dan gangguan teknis lainnya tetap menjadi risiko yang bisa memicu fluktuasi harga minyak secara cepat.

Dengan kondisi ini, pasar minyak global masih akan menghadapi volatilitas hingga situasi geopolitik stabil. Pemantauan terus-menerus terhadap produksi, ekspor, dan permintaan menjadi kunci bagi investor dan pengambil kebijakan.

Terkini