Wamendukbangga Tekankan Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan untuk Masa Depan Bangsa

Senin, 26 Januari 2026 | 15:55:17 WIB
Wamendukbangga Tekankan Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan untuk Masa Depan Bangsa

JAKARTA - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fondasi penting bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Hal ini disampaikannya pada puncak peringatan Hari Gizi Nasional 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu, 25 Januari 2026.

"Fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun adalah masa emas yang tidak terulang. Investasi terbaik yang dapat kita berikan untuk masa depan bangsa adalah memastikan setiap anak mendapatkan gizi, kesehatan, dan pengasuhan optimal pada periode krusial ini," ujar Isyana.

Tanggung Jawab Kolektif dalam Pencegahan Stunting

Isyana menekankan bahwa pencegahan stunting dan optimalisasi 1.000 HPK adalah tanggung jawab kolektif. Dukungan tidak hanya berasal dari ibu, tetapi juga ayah, keluarga besar, komunitas, hingga kebijakan pemerintah yang inklusif.

Peran semua pihak sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak. Kolaborasi yang baik diyakini mampu menjamin setiap anak mendapat nutrisi dan pengasuhan yang tepat sejak dini.

Penandatanganan Dukungan Bersama sebagai Komitmen Kolektif

Acara Hari Gizi Nasional 2026 juga diwarnai dengan penandatanganan dukungan bersama oleh Kemendukbangga, KPPB, para narasumber ahli, serta perwakilan dunia usaha dan komunitas. Aksi simbolis ini menunjukkan komitmen kolektif menjaga masa emas 1.000 HPK.

Wamen Isyana dan Founder KPPB juga menyerahkan bantuan sembako kepada dua ibu peserta sebagai simbol dukungan nyata bagi keluarga. Langkah ini menunjukkan bahwa komitmen bukan hanya retorika, tetapi diwujudkan dalam bentuk aksi langsung.

Kolaborasi Pentahelix untuk Gizi Anak Lebih Optimal

Founder KPPB, Meiline Tenardi, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan di lapangan. Gizi bukan sekadar persoalan makanan, tetapi bagaimana kehidupan dibentuk sejak dini.

"Seringkali, keinginan besar keluarga untuk memberikan yang terbaik terbentur oleh keterbatasan akses informasi. Kehadiran semua pihak hari ini membuktikan bahwa kita bisa menciptakan ruang belajar bersama yang aplikatif," ujarnya.

Gerakan GENTING dan GATI sebagai Platform Kolaborasi

Untuk mengubah komitmen menjadi aksi berkelanjutan, Kemendukbangga/BKKBN mendorong partisipasi aktif semua pihak melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini dirancang sebagai platform operasional kolaborasi pentahelix.

Fokusnya adalah mendampingi keluarga, menguatkan peran pengasuhan, khususnya peran ayah, serta melakukan intervensi tepat untuk mencegah stunting sejak dini. Dengan strategi ini, diharapkan setiap anak mendapatkan perhatian optimal pada 1.000 HPK.

Peran Ayah dalam Mendukung Masa Emas Anak

Isyana menegaskan bahwa keterlibatan ayah sangat menentukan kualitas pengasuhan. Gerakan GATI diharapkan dapat mendorong ayah aktif berperan dalam tumbuh kembang anak sejak periode kritis.

Kehadiran ayah yang terlibat langsung akan mendukung kesehatan fisik, mental, dan emosional anak. Partisipasi ayah juga memperkuat peran keluarga dalam mencegah stunting dan membangun generasi unggul.

Dukungan Dunia Usaha dan Komunitas untuk Pencegahan Stunting

Kolaborasi tidak hanya terbatas pada keluarga dan pemerintah, tetapi juga melibatkan dunia usaha dan komunitas. Dukungan ini berupa penyediaan sumber daya, edukasi, dan program intervensi yang aplikatif di masyarakat.

Partisipasi luas ini diharapkan menciptakan ekosistem yang mendukung pengasuhan dan pemenuhan gizi optimal. Dengan begitu, setiap anak bisa melewati masa emas 1.000 HPK dengan pertumbuhan yang sehat dan optimal.

Investasi Terbaik untuk Masa Depan Bangsa

Wamendukbangga menegaskan bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah memastikan gizi, kesehatan, dan pengasuhan anak optimal pada 1.000 HPK. Langkah ini akan berdampak pada kualitas SDM, produktivitas, dan kesejahteraan generasi mendatang.

Setiap tindakan yang dilakukan selama periode ini, mulai dari pemantauan gizi hingga penguatan pengasuhan, memiliki efek jangka panjang bagi masyarakat. Pemerintah dan semua pemangku kepentingan diharapkan konsisten menjalankan intervensi yang terukur.

Mendorong Aksi Berkelanjutan Melalui Program Strategis

Program GENTING dan GATI menjadi contoh nyata bagaimana aksi berkelanjutan dapat diwujudkan. Pendampingan keluarga, penguatan peran ayah, dan intervensi tepat menjadi langkah strategis untuk pencegahan stunting.

Keterlibatan semua pihak memastikan intervensi tidak berhenti pada perencanaan, tetapi terlaksana hingga capaian target tercapai. Ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi pentahelix mampu memberikan hasil optimal di lapangan.

1.000 HPK Kunci Generasi Unggul dan Sehat

Dengan dukungan kolektif dari keluarga, komunitas, dunia usaha, dan pemerintah, fase 1.000 HPK dapat dimanfaatkan secara maksimal. Program-program yang ada diharapkan mencegah stunting, meningkatkan gizi, dan membangun karakter anak sejak dini.

Investasi gizi dan pengasuhan pada masa emas ini akan menyiapkan generasi berkualitas tinggi. Sinergi semua pihak menjadi fondasi bagi masa depan bangsa yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Dengan strategi kolaboratif dan intervensi terukur, Kemendukbangga/BKKBN menegaskan komitmen untuk memastikan setiap anak melewati 1.000 HPK dengan optimal. Peran aktif masyarakat, ayah, ibu, komunitas, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan.

Terkini