Harga Mobil Listrik Bekas Mulai Dilirik, Depresiasi Masih Jadi Pertimbangan

Senin, 26 Januari 2026 | 16:06:45 WIB
Harga Mobil Listrik Bekas Mulai Dilirik, Depresiasi Masih Jadi Pertimbangan

JAKARTA - Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia tidak hanya berdampak pada pasar mobil baru, tetapi juga mulai terasa di segmen mobil listrik bekas. Seiring bertambahnya jumlah kendaraan listrik yang beredar di jalanan, unit bekasnya kini semakin mudah ditemui di bursa jual beli kendaraan. Kondisi ini membuka peluang bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil ramah lingkungan dengan dana lebih terbatas.

Mobil listrik bekas menjadi alternatif menarik karena menawarkan teknologi modern serta biaya operasional yang relatif efisien dibanding kendaraan bermesin konvensional. Namun demikian, dinamika harga di segmen ini masih tergolong fluktuatif. Banyak faktor memengaruhi nilai jualnya, mulai dari usia kendaraan, kondisi baterai, hingga reputasi merek di mata konsumen.

Meski minat mulai tumbuh, sebagian calon pembeli masih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Kekhawatiran terhadap umur baterai dan biaya perawatan jangka panjang menjadi pertimbangan utama sebelum membeli mobil listrik bekas. Hal ini membuat depresiasi harga pada tahun-tahun awal pemakaian terasa cukup signifikan dibandingkan mobil berbahan bakar fosil.

Depresiasi Awal Masih Jadi Tantangan Utama

Menurut Thung Andi Supriyadi, pemilik showroom Rendani Mobil, penurunan harga mobil listrik bekas paling terasa pada dua hingga tiga tahun pertama masa pakai. Fenomena ini terjadi karena pasar masih menilai baterai sebagai komponen paling krusial dan mahal dalam kendaraan listrik.

“Untuk mobil listrik bekas, depresiasi paling terasa di dua sampai tiga tahun pertama. Konsumen masih sangat mempertimbangkan kondisi baterai, riwayat pemakaian, serta garansi yang tersisa,” kata Andi kepada Kompas.com, Minggu (25/1/2026).

Ia menjelaskan, mobil listrik bekas dengan jarak tempuh rendah dan kondisi baterai yang terjaga masih memiliki daya tarik tinggi. Terutama untuk model-model yang sudah dikenal luas dan memiliki jaringan layanan purna jual yang jelas. Faktor kepercayaan terhadap merek juga turut menentukan seberapa cepat unit bekas dapat terserap pasar.

Di sisi lain, mobil listrik yang belum memiliki rekam jejak panjang di Indonesia cenderung mengalami tekanan harga lebih besar. Hal ini disebabkan oleh minimnya referensi terkait daya tahan baterai serta ketersediaan suku cadang dalam jangka panjang.

Minat Konsumen Mulai Tumbuh di Kota Besar

Pertumbuhan minat terhadap mobil listrik bekas juga diamini oleh Adhe, tenaga penjual di OLXmobbi. Ia menyebutkan bahwa permintaan paling banyak datang dari wilayah perkotaan, di mana kesadaran terhadap efisiensi dan isu lingkungan relatif lebih tinggi.

Menurut Adhe, konsumen saat ini semakin rasional dalam memilih mobil listrik bekas. Mereka tidak hanya terpaku pada tren, tetapi juga melakukan perbandingan menyeluruh dengan kendaraan konvensional di kelas harga yang sama.

“Sekarang pembeli mobil listrik bekas sudah lebih rasional. Mereka membandingkan harga dengan mobil konvensional di kelas yang sama, sekaligus melihat efisiensi biaya operasionalnya,” ujar Adhe kepada Kompas.com.

Ia menambahkan, faktor transparansi menjadi kunci utama agar mobil listrik bekas dapat diterima pasar dengan baik. Informasi mengenai kondisi kendaraan, terutama kesehatan baterai, sangat menentukan kepercayaan calon pembeli. Tanpa data yang jelas, konsumen cenderung mengurungkan niat meski harga yang ditawarkan terlihat menarik.

Daftar Harga Mobil Listrik Bekas di Pasaran

Seiring meningkatnya jumlah unit yang beredar, kini sudah tersedia berbagai pilihan mobil listrik bekas dengan rentang harga yang beragam. Beberapa model bahkan sudah berada di kisaran Rp 100 jutaan, menjadikannya semakin kompetitif di pasar kendaraan bekas.

Berikut ini daftar harga mobil listrik bekas yang beredar di pasaran saat ini:

Wuling Air EV 2023 Short Range: Rp 110.000.000
Hyundai Ioniq 5 Long Range Listrik 2023 Blue Link: Rp 420.000.000
BYD M6 2024: Rp 329.000.000
BYD Dolphin 2024: Rp 305.000.000
BYD Atto 3 2024: Rp 344.000.000
Hyundai Kona EV Signature Long Range 2021: Rp 245.000.000

Rentang harga tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik bekas kini mulai menyentuh berbagai segmen konsumen. Mulai dari city car listrik hingga SUV, semuanya sudah tersedia dalam kondisi bekas dengan penyesuaian harga yang cukup signifikan dari unit baru.

Pentingnya Pengecekan Sebelum Membeli

Meski menawarkan harga lebih terjangkau, calon pembeli tetap disarankan untuk tidak terburu-buru dalam memilih mobil listrik bekas. Kondisi setiap unit dapat berbeda-beda tergantung pemakaian sebelumnya, jarak tempuh, kelengkapan dokumen, serta wilayah penjualan.

Pengecekan menyeluruh pada sistem kelistrikan dan baterai menjadi langkah yang tidak boleh diabaikan. Selain itu, memastikan sisa masa garansi baterai dan ketersediaan layanan purna jual juga sangat penting untuk menghindari biaya tak terduga di kemudian hari.

Sebagai catatan, harga mobil listrik bekas dapat berbeda-beda tergantung kondisi unit, jarak tempuh, kelengkapan dokumen, serta wilayah penjualan. Dengan pertimbangan yang matang dan informasi yang transparan, mobil listrik bekas dapat menjadi pilihan rasional bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Terkini