Harga Sembako Nasional Hari Ini Bergerak Dinamis Awal 2026

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:05:29 WIB
Harga Sembako Nasional Hari Ini Bergerak Dinamis Awal 2026

JAKARTA - Perubahan harga bahan pangan kembali menjadi perhatian masyarakat pada awal pekan ini. Pergerakan harga yang tidak seragam menunjukkan bahwa kondisi pasokan dan permintaan masih mengalami penyesuaian di berbagai daerah.

Pada Selasa, 27 Januari 2026, sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat nasional terpantau bergerak variatif. Beberapa bahan pokok mengalami kenaikan, sementara lainnya cenderung stabil.

Data terbaru mencerminkan adanya tekanan permintaan pada komoditas tertentu. Situasi ini juga berkaitan dengan dinamika distribusi di awal tahun.

Harga cabai rawit, beras, dan daging sapi menjadi sorotan utama. Ketiganya tercatat mengalami penguatan dibandingkan hari sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pangan masih menghadapi tantangan penyesuaian pasokan. Hal ini khususnya terasa pada komoditas hortikultura dan protein hewani.

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau perkembangan harga. Informasi ini menjadi penting dalam mengatur belanja rumah tangga sehari-hari.

Kenaikan harga pangan juga kerap berdampak langsung pada inflasi. Oleh karena itu, setiap pergerakan harga selalu menjadi perhatian banyak pihak.

Berbagai faktor memengaruhi dinamika harga pangan nasional. Mulai dari kondisi cuaca, distribusi, hingga tingkat konsumsi masyarakat.

Dalam kondisi seperti ini, pemantauan harga menjadi langkah penting. Hal tersebut membantu konsumen menyesuaikan kebutuhan dengan kemampuan daya beli.

Cabai Rawit Masih Menjadi Sorotan Harga

Harga cabai rawit merah tercatat berada di level Rp 66.600 per kilogram. Angka ini mencatatkan kenaikan dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan tersebut membuat cabai rawit kembali menjadi perhatian utama masyarakat. Komoditas ini memang dikenal sensitif terhadap perubahan pasokan.

Selain cabai rawit merah, cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan harga. Komoditas ini berada di kisaran Rp 54.300 per kilogram.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan pasokan terjadi secara merata pada jenis cabai rawit. Permintaan yang tinggi turut memengaruhi pergerakan harga.

Sementara itu, harga cabai merah besar relatif lebih rendah. Komoditas ini tercatat di level Rp 38.400 per kilogram.

Cabai merah keriting juga berada di bawah harga cabai rawit. Harga jenis ini tercatat di kisaran Rp 44.650 per kilogram.

Perbedaan harga antarjenis cabai mencerminkan karakteristik masing-masing pasar. Preferensi konsumen dan ketersediaan pasokan menjadi faktor utama.

Cabai rawit biasanya digunakan dalam konsumsi rumah tangga sehari-hari. Tingginya kebutuhan membuat harga komoditas ini mudah berfluktuasi.

Kondisi cuaca juga turut memengaruhi produksi cabai. Curah hujan yang tinggi atau musim kering berkepanjangan dapat mengganggu hasil panen.

Distribusi dari sentra produksi ke pasar juga menjadi faktor penting. Hambatan logistik dapat mempercepat kenaikan harga di tingkat konsumen.

Dengan harga yang masih relatif tinggi, konsumen diharapkan dapat menyesuaikan pola belanja. Alternatif bahan pangan bisa menjadi solusi sementara.

Pemerintah dan pemangku kepentingan terus memantau kondisi pasar cabai. Langkah stabilisasi harga menjadi perhatian dalam menjaga daya beli masyarakat.

Harga Beras Nasional Tunjukkan Penguatan Terbatas

Harga beras nasional juga menunjukkan penguatan terbatas pada hari ini. Kenaikan tersebut terjadi di berbagai segmen kualitas.

Beras kualitas bawah I tercatat di level Rp 14.500 per kilogram. Sementara itu, kualitas bawah II berada di kisaran Rp 15.200 per kilogram.

Kenaikan ini mencerminkan adanya tekanan ringan pada pasokan beras kualitas bawah. Permintaan masyarakat terhadap beras jenis ini cenderung stabil sepanjang tahun.

Untuk segmen menengah, beras kualitas medium I berada di kisaran Rp 16.100 per kilogram. Sementara medium II tercatat Rp 15.400 per kilogram.

Perbedaan harga antarsegmen menunjukkan variasi kualitas dan preferensi konsumen. Beras medium biasanya menjadi pilihan utama rumah tangga perkotaan.

Adapun beras kualitas premium relatif stabil dibandingkan segmen lainnya. Beras kualitas super I berada di level Rp 17.050 per kilogram.

Sementara itu, beras super II tercatat Rp 16.550 per kilogram. Stabilitas harga ini menunjukkan pasokan yang relatif terjaga.

Kondisi pasar beras nasional masih tergolong terkendali. Namun, kenaikan terbatas tetap perlu menjadi perhatian.

Beras merupakan komoditas pangan utama bagi masyarakat Indonesia. Setiap perubahan harga akan berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.

Oleh karena itu, stabilitas harga beras menjadi prioritas dalam kebijakan pangan nasional. Pemerintah terus menjaga ketersediaan stok melalui berbagai mekanisme.

Musim tanam dan panen juga memengaruhi pasokan beras. Pada periode tertentu, hasil panen yang meningkat dapat menekan harga di pasaran.

Sebaliknya, saat pasokan menurun, harga cenderung mengalami kenaikan. Hal ini membuat pengelolaan stok menjadi sangat penting.

Dengan kondisi harga saat ini, masyarakat masih dapat mengakses beras di berbagai segmen kualitas. Pilihan tersedia sesuai dengan kebutuhan dan daya beli masing-masing.

Tekanan Permintaan dan Penyesuaian Pasokan

Pergerakan harga pangan hari ini mencerminkan masih adanya tekanan permintaan di awal tahun. Situasi ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat.

Selain itu, penyesuaian pasokan di tingkat produsen juga memengaruhi harga. Distribusi dari daerah produksi ke pasar konsumen menjadi faktor kunci.

Komoditas hortikultura seperti cabai sangat bergantung pada kondisi cuaca. Gangguan cuaca dapat berdampak langsung terhadap volume panen.

Protein hewani seperti daging sapi juga mengalami tekanan harga. Permintaan yang relatif stabil membuat fluktuasi pasokan mudah tercermin dalam harga pasar.

Meskipun tidak seluruh komoditas mengalami kenaikan signifikan, dinamika harga tetap menjadi perhatian. Setiap perubahan kecil dapat memengaruhi belanja masyarakat.

Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional menunjukkan adanya variasi pergerakan harga. Kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas utama, terutama cabai rawit, beras, dan daging sapi.

Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar pangan yang masih aktif. Penyesuaian pasokan dan permintaan berlangsung secara berkelanjutan.

Dalam situasi seperti ini, masyarakat disarankan untuk tetap memantau perkembangan harga. Informasi terkini membantu perencanaan belanja yang lebih efisien.

Stabilitas harga pangan menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi. Pemerintah terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk menjaga keseimbangan pasar.

Berbagai kebijakan distribusi dan pengendalian stok terus dilakukan. Tujuannya agar harga tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pergerakan harga yang variatif juga mencerminkan karakteristik masing-masing komoditas. Setiap jenis pangan memiliki rantai pasok dan tantangan tersendiri.

Dengan kondisi yang masih dinamis, pelaku pasar diharapkan dapat menjaga ketersediaan barang. Hal ini penting untuk mencegah lonjakan harga yang berlebihan.

Ringkasan Harga Komoditas Pangan Hari Ini

Harga cabai rawit merah berada di level Rp 66.600 per kilogram. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya.

Harga cabai rawit hijau tercatat di kisaran Rp 54.300 per kilogram. Komoditas ini juga menunjukkan tren penguatan.

Cabai merah besar relatif lebih rendah dengan harga Rp 38.400 per kilogram. Sementara cabai merah keriting berada di kisaran Rp 44.650 per kilogram.

Harga beras kualitas bawah I tercatat Rp 14.500 per kilogram. Beras kualitas bawah II berada di kisaran Rp 15.200 per kilogram.

Untuk segmen menengah, beras kualitas medium I tercatat Rp 16.100 per kilogram. Medium II berada di level Rp 15.400 per kilogram.

Beras kualitas super I berada di level Rp 17.050 per kilogram. Sementara super II tercatat Rp 16.550 per kilogram.

Harga-harga tersebut mencerminkan kondisi pasar pangan nasional pada Selasa, 27 Januari 2026. Pergerakan ini menunjukkan adanya penguatan terbatas di sejumlah komoditas utama.

Masyarakat diharapkan dapat menggunakan informasi ini sebagai acuan belanja. Penyesuaian konsumsi dapat membantu menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga.

Perkembangan harga pangan akan terus dipantau dalam beberapa hari ke depan. Dinamika pasar di awal tahun biasanya cukup aktif.

Dengan pasokan yang terus disesuaikan, diharapkan harga pangan tetap terkendali. Stabilitas pasar menjadi kunci dalam menjaga daya beli masyarakat.

Terkini