JAKARTA - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp64.150 per kilogram (kg). Sementara harga telur ayam ras tercatat Rp31.450 per kg pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 07.33 WIB di Jakarta.
Selain cabai rawit merah, harga bawang merah tercatat Rp43.200 per kg. Sedangkan bawang putih berada di level Rp40.400 per kg, menunjukkan fluktuasi yang berbeda antarkomoditas.
Pergerakan Harga Beras di Tingkat Pedagang Eceran
Untuk beras, kualitas bawah I dan II dijual seharga Rp14.400 per kg. Beras kualitas medium I berada di Rp15.950 per kg, sedangkan medium II di Rp15.750 per kg.
Beras kualitas super I tercatat Rp17.150 per kg, dan super II di harga Rp16.700 per kg. Data ini menunjukkan adanya perbedaan harga cukup signifikan antara kelas beras untuk konsumen.
Komoditas Cabai Lain dan Daging Ayam-Sapi
Cabai merah besar berada di harga Rp39.800 per kg. Cabai merah keriting tercatat Rp41.050 per kg, dan cabai rawit hijau di Rp52.200 per kg, tetap menjadi komoditas dengan harga tinggi.
Daging ayam ras dipasarkan Rp40.300 per kg. Sementara daging sapi kualitas I dijual Rp143.050 per kg dan kualitas II Rp135.250 per kg, menandai tekanan harga daging sapi masih relatif tinggi.
Harga Gula dan Minyak Goreng di Pasar Nasional
Gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.800 per kg. Sedangkan gula pasir lokal dipasarkan di harga Rp18.350 per kg, menandai selisih harga yang cukup nyata di pasar.
Minyak goreng curah berada di Rp18.850 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I dijual Rp22.600 per liter, dan bermerek II Rp21.500 per liter, mencerminkan variasi harga yang cukup luas tergantung kemasan dan merek.
Data PIHPS ini memberikan gambaran umum pergerakan harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional. Informasi ini diharapkan membantu pemerintah, pedagang, dan konsumen memantau kestabilan harga komoditas penting.
Harga cabai rawit merah yang tinggi masih menjadi perhatian. Konsumen diharapkan lebih bijak dalam perencanaan pembelian kebutuhan pokok sehari-hari.
Fluktuasi harga bawang merah dan bawang putih juga perlu diperhatikan. Kedua komoditas ini memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi pangan di masyarakat.
Perbedaan harga beras berdasarkan kualitas menunjukkan konsumen memiliki banyak pilihan. Namun tetap diperlukan pemantauan agar harga tidak melonjak secara tiba-tiba.
Harga daging sapi dan ayam juga menjadi indikator penting kestabilan harga pangan. Perbedaan harga antar kualitas daging mencerminkan ketersediaan pasokan dan permintaan di pasar.
Gula pasir dengan dua kategori kualitas menunjukkan perbedaan harga yang jelas. Konsumen dapat memilih sesuai kebutuhan dan daya beli mereka.
Variasi harga minyak goreng dari curah hingga kemasan bermerek memperlihatkan persaingan pasar. Perbedaan harga juga dipengaruhi oleh distribusi dan biaya produksi masing-masing merek.
Pentingnya informasi harga pangan strategis menjadi acuan bagi seluruh pihak. Pemerintah dapat merumuskan kebijakan stabilisasi harga dan konsumen dapat merencanakan belanja lebih efektif.
Harga cabai, bawang, beras, daging, gula, dan minyak goreng menjadi indikator utama inflasi pangan. Monitoring berkala oleh PIHPS memastikan transparansi harga bagi masyarakat.
Data terbaru PIHPS juga membantu pedagang menyesuaikan harga jual mereka. Hal ini penting untuk mencegah kesenjangan harga yang terlalu tinggi antara produsen dan konsumen.
Pergerakan harga yang tercatat mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan saat ini. Kondisi ini perlu dipantau terus agar tidak mengganggu kestabilan ekonomi pangan nasional.
Masyarakat diimbau tetap bijak dalam membeli komoditas pangan. Memperhatikan harga dari sumber resmi seperti PIHPS dapat membantu perencanaan belanja yang lebih efisien.
Kondisi harga pangan yang tercatat di PIHPS menjadi acuan penting bagi pengambil keputusan. Pemerintah dan pedagang dapat menindaklanjuti jika terjadi lonjakan harga yang tidak sesuai logika pasokan.
Harga cabai rawit merah yang tinggi bisa mempengaruhi harga menu harian rumah tangga. Sementara telur ayam ras yang relatif stabil memberikan pilihan proteksi bagi konsumen.
Bawang merah dan bawang putih memiliki peranan strategis dalam konsumsi rumah tangga. Kenaikan harga keduanya dapat mempengaruhi inflasi makanan dalam skala nasional.
Harga beras menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelas kualitas. Hal ini menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam memilih beras sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Daging sapi kualitas I yang masih tinggi menandakan permintaan tetap kuat. Daging ayam ras yang lebih terjangkau menjadi alternatif protein bagi masyarakat.
Gula pasir premium yang lebih mahal dibanding gula lokal memunculkan pilihan bagi konsumen. Pilihan ini memungkinkan masyarakat menyesuaikan kualitas dengan anggaran belanja.
Minyak goreng menjadi komoditas strategis di pasar. Variasi harga antara curah dan kemasan bermerek mempengaruhi perilaku belanja rumah tangga.
Dengan data PIHPS terbaru, seluruh pihak memiliki gambaran jelas tentang kondisi harga pangan. Hal ini penting agar keputusan yang diambil tepat sasaran dan efektif.
Transparansi harga melalui PIHPS membantu pemerintah mengantisipasi lonjakan harga mendadak. Pemantauan ini juga memberi informasi penting bagi pedagang dan konsumen.
Harga pangan strategis tetap menjadi fokus utama pengawasan. Fluktuasi harga yang wajar dapat diterima, tetapi lonjakan mendadak harus segera ditangani.
Pemahaman harga pasar yang tercatat di PIHPS mendorong konsumen lebih selektif. Memilih produk dengan harga stabil membantu menjaga keseimbangan ekonomi rumah tangga.
Dengan pemantauan rutin PIHPS, diharapkan harga pangan tetap stabil meski menghadapi perubahan musiman atau permintaan tinggi. Informasi yang jelas membantu seluruh pihak membuat keputusan lebih tepat.