Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Rp12,83 Triliun untuk Libur Lebaran 2026

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:38:06 WIB
Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Rp12,83 Triliun untuk Libur Lebaran 2026

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026. Paket ini mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bantuan sosial (bansos).

Stimulus ini akan berlaku selama periode Februari hingga Maret 2026. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, paket ini tidak termasuk diskon tarif listrik.

Fokus Stimulus untuk Transportasi dan Bansos

Airlangga menegaskan paket ini mencerminkan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dari total anggaran, Rp200 miliar dialokasikan untuk diskon transportasi, sementara bansos mencapai sekitar Rp12 triliun.

Diskon tiket pesawat diberikan hingga 16 persen untuk kelas ekonomi penerbangan domestik. Insentif ini diberikan berupa Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sehingga harga tiket lebih terjangkau.

Selain itu, diskon juga diberikan pada layanan bandara. Angkasa Pura menurunkan airport tax sebesar 50 persen dan avtur pun diberikan potongan harga.

Transportasi laut dan kereta api juga mendapat potongan tarif. Besarnya diskon mencapai 30 persen agar masyarakat lebih mudah mengakses moda transportasi saat libur Lebaran.

Pemerintah juga menyiapkan diskon tarif jalan tol. Potongannya mencapai 20 persen, bertujuan meringankan biaya perjalanan darat bagi masyarakat.

Bantuan Sosial untuk Masyarakat Selama Libur Lebaran

Bansos yang diberikan berupa beras sebanyak 10 kilogram untuk dua bulan. Selain itu, program MinyaKita juga disiapkan untuk dua bulan agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.

Stimulus ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi kebutuhan selama libur Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Airlangga menyebut bantuan sosial menjadi bagian penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

Selain itu, pemerintah berharap paket stimulus ini dapat meningkatkan mobilitas masyarakat. Transportasi yang lebih murah diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026.

Target Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026

Airlangga menegaskan kuartal pertama menjadi periode penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pada kuartal I tahun sebelumnya, pertumbuhan relatif lebih rendah sehingga stimulus diperlukan untuk mendorong perputaran ekonomi.

Dengan paket stimulus ini, pemerintah menargetkan peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Diskon transportasi dan jalan tol diharapkan mendorong konsumsi masyarakat selama periode libur panjang.

Potongan harga tiket pesawat dan transportasi lain juga menjadi insentif bagi pelaku usaha. Peningkatan mobilitas masyarakat berpotensi meningkatkan permintaan di sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa.

Airlangga menekankan bahwa stimulus ini dirancang agar tepat sasaran. Fokus diberikan pada sektor transportasi dan bantuan sosial yang langsung menyentuh masyarakat luas.

Paket stimulus ini menjadi langkah pemerintah menjaga stabilitas ekonomi. Selain itu, langkah ini juga bertujuan meningkatkan konsumsi dan mendorong pertumbuhan pada awal tahun.

Meski tidak termasuk listrik, stimulus tetap memprioritaskan sektor-sektor yang paling banyak digunakan masyarakat. Transportasi dan kebutuhan pokok menjadi fokus agar dampak ekonomi langsung terasa.

Program ini juga diharapkan memberikan efek berganda pada sektor usaha kecil dan menengah. Mobilitas masyarakat yang meningkat mendorong perputaran ekonomi lokal dan pendapatan pedagang serta pelaku UMKM.

Selain itu, pemerintah menyiapkan mekanisme monitoring agar paket stimulus berjalan efektif. Pengawasan dilakukan agar potongan harga dan bansos tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan masyarakat.

Airlangga menambahkan, stimulus ini merupakan bagian dari strategi pemulihan ekonomi pasca pandemi dan menjaga momentum pertumbuhan di awal 2026. Program ini diharapkan memberikan dorongan signifikan bagi sektor konsumsi dan transportasi.

Diskon tiket pesawat, potongan tol, dan transportasi laut-kereta api diproyeksikan meningkatkan mobilitas domestik. Hal ini juga akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perdagangan di berbagai daerah.

Bansos beras dan MinyaKita menjadi jaring pengaman ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan. Paket bantuan ini diharapkan mencegah tekanan harga kebutuhan pokok saat libur panjang Lebaran.

Dengan kombinasi insentif transportasi dan bantuan sosial, pemerintah menargetkan dampak luas pada ekonomi nasional. Kuartal I 2026 diharapkan menjadi periode pemulihan dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Airlangga menyatakan, pemerintah akan terus memantau implementasi paket stimulus. Penyesuaian akan dilakukan sesuai kebutuhan agar efektivitas program maksimal dan tepat sasaran.

Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah menjaga stabilitas ekonomi. Stimulus transportasi dan bansos diharapkan mampu mendorong pertumbuhan yang inklusif dan merata di seluruh Indonesia.

Terkini