Danantara Bidik Groundbreaking Proyek PSEL Tahap 2 Akhir Kuartal III 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:21:01 WIB
Ilustrasi Gedung PT Danantara Investment Management.

JAKARTA - PT Danantara Investment Management (DIM) memproyeksikan bahwa peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) fase kedua dapat dilaksanakan pada akhir kuartal III 2026.

"Kami harap nanti akan ada lagi groundbreaking, ya insya Allah, end of Q3 (kuartal III) ini semua juga sudah selesai, kurang lebih atau awal Q4 (kuartal IV)," tutur Chief Executive Officer (CEO) DIM Pandu Sjahrir di tengah-tengah forum Waste to Energy Talks: Reducing Waste, Powering The Future di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Pihak DIM bersama dengan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) telah menyepakati penunjukan delapan rekanan terpilih guna menggarap proyek PSEL tahap kedua tersebut.

Setelah penetapan ini, Pandu memaparkan bahwa delapan rekanan kerja itu segera melangsungkan tahapan penandatanganan kesepakatan jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) serta perolehan pembiayaan (financial close) dengan Danantara yang ditargetkan rampung pada kuartal III atau kuartal IV tahun ini.

"Untuk tahap kedua, ini adalah seleksi mitra utama yang akan menjalankan dari sisi nanti PPA, yang paling penting nanti power purchase agreement dan financial close. Kami harap Q3 atau Q4 ini sudah selesai dan secara paralel kami juga melakukan tahap kedua ini," ungkap Pandu menjelaskan.

Pandu menerangkan bahwa pelaksanaan realisasi proyek PSEL putaran kedua ini secara umum akan mengikuti jalur alur yang serupa dengan pengerjaan pada tahap perdana.

"Dari sisi tim, kami sekarang sedang masuk finalisasi dari mereka untuk melakukan financial close. Ya, ini tentu dari sisi proses akan sama mirip dengan tahap pertama," tegas Pandu.

Dalam kerja samanya dengan Denera, DIM menetapkan delapan mitra pilihan untuk proyek PSEL tahap kedua yang mencakup delapan titik lokasi pengembangan di 20 kabupaten dan kota, dengan catatan penunjukan ini masih berstatus kondisional dan harus mematuhi regulasi pengadaan yang ada.

CEO Denera Fadli Rahman menjabarkan bahwa dari total 85 entitas di dalam daftar penyedia terseleksi (DPT), tercatat ada 68 berkas lamaran yang masuk untuk delapan lokasi proyek, dan proses penilaian telah menghasilkan nama pemenang utama serta kandidat cadangan di tiap wilayah kerja.

Ke depan, para rekanan kerja terpilih akan memperoleh dokumen conditional letter of award (CLoA) sebagai bentuk penunjukan bersyarat bagi pengembang sekaligus pengelola unit PSEL.

Para rekanan terpilih baru akan disahkan secara penuh menjadi pengembang dan pengelola operasional PSEL setelah seluruh ketentuan di dalam berkas CLoA berhasil dipenuhi, sedangkan mitra cadangan dipersiapkan sebagai jalan keluar pengganti bila pihak pemenang utama gagal melengkapi syarat.

Sesudah dokumen CLoA diserahkan, Fadli mempertegas bahwa seluruh mitra utama berkewajiban merampungkan kriteria menuju kesepakatan final (final letter of award), termasuk membuat studi kelayakan komersial yang disepakati bersama, merancang struktur final proyek, mendirikan perusahaan patungan (joint venture), serta mengurus dokumen izin komersial dan pencairan dana proyek.

Terkini