Penerbangan

Badai Musim Dingin Terparah di Amerika Serikat Picu Ribuan Penerbangan Dibatalkan dan Listrik Padam Massal

Badai Musim Dingin Terparah di Amerika Serikat Picu Ribuan Penerbangan Dibatalkan dan Listrik Padam Massal
Badai Musim Dingin Terparah di Amerika Serikat Picu Ribuan Penerbangan Dibatalkan dan Listrik Padam Massal

JAKARTA - Gelombang cuaca ekstrem kembali menghantam Amerika Serikat dan langsung berdampak besar pada aktivitas masyarakat. Dari transportasi udara hingga pasokan listrik rumah tangga, badai musim dingin kali ini menciptakan gangguan serius di berbagai wilayah.

Kondisi tersebut membuat ribuan warga terpaksa menunda perjalanan dan beradaptasi dengan situasi darurat. Otoritas setempat pun bergerak cepat untuk merespons dampak luas yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem ini.

Amerika Serikat dilanda badai musim dingin ekstrem. Lebih dari 13.000 penerbangan dibatalkan dari Sabtu sampai Senin, 26 Januari 2026.

Menurut perusahaan analisis penerbangan Cirium, jumlah penerbangan yang dibatalkan mendekati level pembatalan keberangkatan selama masa pandemi COVID, seperti dikutip dari DW pada Minggu, 25 Januari 2026.

Pembatalan massal ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas hujan salju dan hujan beku di berbagai wilayah. Bandara-bandara utama terpaksa menutup sebagian operasional demi menjaga keselamatan penumpang dan kru penerbangan.

Kondisi tersebut membuat jadwal penerbangan di banyak kota besar berubah drastis. Ribuan calon penumpang harus mengatur ulang rencana perjalanan mereka akibat gangguan yang tidak terduga ini.

Hujan salju lebat, hujan es, dan hujan beku mengancam hampir 180 juta orang yang tinggal di Pegunungan Rocky dan New England, kata Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS) pada Sabtu malam. Itu lebih dari setengah dari seluruh populasi AS.

Peringatan cuaca ini menunjukkan betapa luasnya dampak badai musim dingin yang terjadi. Wilayah yang terdampak membentang dari bagian barat hingga timur Amerika Serikat.

Kondisi ekstrem ini memaksa otoritas setempat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar rumah untuk menghindari risiko kecelakaan akibat cuaca buruk.

Dampak Cuaca Ekstrem terhadap Transportasi Udara

Pembatalan penerbangan terjadi hampir merata di berbagai bandara utama. Banyak maskapai terpaksa mengurangi jadwal operasional demi menjaga keselamatan penerbangan.

"Salju dan es akan sangat, sangat lambat mencair dan tidak akan hilang dalam waktu dekat, dan itu akan menghambat upaya pemulihan apa pun," kata Allison Santorelli, seorang ahli meteorologi di Badan Layanan Cuaca Nasional.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa gangguan akibat badai ini diperkirakan berlangsung lebih lama. Proses pemulihan operasional bandara pun menjadi lebih kompleks karena kondisi cuaca yang belum membaik.

Presiden AS Donald Trump juga menyetujui deklarasi darurat untuk beberapa negara bagian agar menerima bantuan dari Badan Manajemen Darurat Federal. Keputusan ini diambil untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada wilayah yang terdampak paling parah.

Deklarasi darurat memungkinkan pemerintah federal mengalokasikan sumber daya tambahan. Bantuan tersebut mencakup logistik, tenaga medis, dan dukungan infrastruktur bagi masyarakat terdampak.

"Pada saat peristiwa ini berakhir pada Senin malam, akan meninggalkan jejak curah hujan musim dingin sepanjang lebih dari 2.000 mil, dalam jalur yang hampir terus menerus, dari New Mexico hingga Maine," kata Badan Layanan Cuaca Nasional.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa badai ini memiliki cakupan geografis yang sangat luas. Jalur badai yang membentang ribuan mil menciptakan tantangan besar bagi otoritas di berbagai negara bagian.

Selain berdampak pada penerbangan, badai ini juga memicu gangguan serius pada jaringan listrik. Ribuan keluarga harus menghadapi pemadaman listrik di tengah suhu dingin yang ekstrem.

Pemadaman Listrik dan Kondisi Darurat Warga

Badai besar ini telah menyebabkan ribuan keluarga mengalami pemadaman listrik sementara para peramal cuaca memperingatkan bahwa kerusakan dapat menyaingi kerusakan akibat badai, terutama di daerah yang dilanda es. Kondisi tersebut memperparah situasi warga yang harus bertahan tanpa pasokan listrik di tengah cuaca ekstrem.

Lebih dari 315.000 rumah tangga telah terkena pemadaman listrik di seluruh negeri, dengan Texas (100.632), Mississippi (99.664), Louisiana (77.372), dan Tennessee (56.382) termasuk di antara negara bagian yang paling parah terkena dampaknya, menurut situs web poweroutage.us pada hari Minggu. Data ini menunjukkan betapa besarnya dampak badai terhadap infrastruktur vital.

Pemadaman listrik tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Banyak warga kesulitan mengakses pemanas ruangan, komunikasi, dan kebutuhan dasar lainnya.

Kondisi ini membuat pemerintah daerah mempercepat distribusi bantuan darurat. Posko pengungsian dan pusat pemanasan sementara dibuka untuk melindungi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Sementara itu, tim teknis terus berupaya memulihkan jaringan listrik yang rusak. Namun, proses perbaikan terhambat oleh kondisi cuaca yang masih ekstrem.

Gangguan di Bandara-Bandara Utama Amerika Serikat

Semua penerbangan pada Sabtu dan Minggu pagi di Bandara Internasional Will Rogers di Oklahoma City dibatalkan. Keputusan ini diambil demi keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Kemudian, 700 penerbangan keberangkatan dan setengah dari penerbangan kedatangan dibatalkan di Bandara Internasional Dallas-Fort Worth. Bandara ini menjadi salah satu pusat gangguan penerbangan terbesar selama badai berlangsung.

Penerbangan di bandara-bandara di Chicago, Atlanta, Nashville, dan Charlotte, Carolina Utara juga ikut terganggu. Banyak penumpang terpaksa menginap di bandara atau mencari alternatif transportasi lain.

Semua keberangkatan di Bandara Nasional Ronald Reagan Washington pada hari Minggu dibatalkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan tidak hanya terjadi di wilayah tengah, tetapi juga di ibu kota negara.

Lebih dari 4.000 penerbangan dibatalkan di seluruh AS pada hari Sabtu. Jumlah tersebut terus bertambah seiring memburuknya kondisi cuaca di berbagai wilayah.

Totalnya, 9.000 penerbangan dibatalkan di seluruh AS pada hari Minggu. Angka ini mempertegas skala gangguan transportasi udara yang sangat besar akibat badai musim dingin.

Pembatalan massal ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Banyak pelaku usaha mengalami kerugian akibat keterlambatan pengiriman barang dan jasa.

Sektor pariwisata juga terdampak signifikan karena ribuan wisatawan terpaksa menunda perjalanan. Hotel dan penyedia transportasi darat turut merasakan imbas dari gangguan ini.

Pihak maskapai berupaya memberikan alternatif jadwal dan pengembalian dana kepada penumpang. Namun, proses tersebut memerlukan waktu karena tingginya jumlah pembatalan.

Di sisi lain, otoritas penerbangan terus memantau kondisi cuaca dan keselamatan landasan pacu. Operasional penerbangan baru akan dipulihkan sepenuhnya setelah kondisi dinilai aman.

Badai musim dingin ini menjadi pengingat betapa rentannya sistem transportasi terhadap cuaca ekstrem. Para ahli menilai kejadian semacam ini dapat meningkat seiring perubahan iklim global.

Pemerintah federal dan negara bagian kini fokus pada upaya pemulihan jangka pendek dan mitigasi jangka panjang. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan infrastruktur di masa mendatang.

Dengan dampak yang begitu luas, badai ini tercatat sebagai salah satu peristiwa cuaca ekstrem terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Situasi tersebut menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi bencana alam.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index