JAKARTA - Pergerakan harga kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali menunjukkan dinamika pada awal pekan ini. Sejumlah komoditas mengalami perubahan harga yang cukup terasa, sementara sebagian lainnya masih bertahan di level yang relatif stabil.
Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya rumah tangga yang sangat bergantung pada kestabilan harga sembako untuk mengatur pengeluaran harian.
Perubahan harga yang terjadi tidak selalu seragam. Pada hari ini, komoditas cabai tercatat mengalami kenaikan, sedangkan daging dan telur justru mengalami penurunan. Di sisi lain, beberapa bahan pokok utama seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir tidak mengalami perubahan berarti dibandingkan hari sebelumnya. Situasi ini mencerminkan bahwa pasar sembako di Jawa Timur masih bergerak fluktuatif mengikuti berbagai faktor.
Memantau harga sembako secara rutin menjadi langkah penting bagi masyarakat. Informasi harga harian dapat membantu dalam menyusun perencanaan belanja, sekaligus mengantisipasi lonjakan pengeluaran di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Oleh karena itu, pembaruan harga sembako harian menjadi acuan yang dibutuhkan banyak pihak.
Peran Sembako dalam Kebutuhan Rumah Tangga
Sembako merupakan singkatan dari sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari. Komoditas ini berperan penting dalam pemenuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga, sehingga pergerakan harganya sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Sembilan jenis kebutuhan pokok tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam. Selain itu, cabai juga menjadi komoditas dapur penting yang kerap diperhatikan karena harganya sering mengalami perubahan signifikan.
Kenaikan atau penurunan harga sembako tidak hanya berdampak pada konsumen rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan dan warung makan. Oleh sebab itu, kestabilan harga sembako menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kondisi ekonomi masyarakat.
Daftar Harga Sembako Terbaru Jawa Timur
Berdasarkan data dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur pada Senin, 26 Januari 2026.
Beras premium: Rp 14.890 per kilogram
Beras medium: Rp 12.878 per kilogram
Gula kristal putih: Rp 16.534 per kilogram
Minyak goreng curah: Rp 18.630 per kilogram
Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.495 per liter
Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.511 per liter
Minyak goreng Minyakita: Rp 16.880 per liter
Daging sapi paha belakang: Rp 119.292 per kilogram
Daging ayam ras: Rp 35.466 per kilogram
Daging ayam kampung: Rp 68.448 per kilogram
Telur ayam ras: Rp 27.512 per kilogram
Telur ayam kampung: Rp 44.877 per kilogram
Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.564 ukuran 370 gram
Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.462 ukuran 370 gram
Susu bubuk merek Bendera: Rp 42.112 ukuran 400 gram
Susu bubuk merek Indomilk: Rp 41.455 ukuran 400 gram
Garam bata: Rp 1.810
Garam halus: Rp 9.039 per kilogram
Cabai merah keriting: Rp 27.240 per kilogram
Cabai merah besar: Rp 24.982 per kilogram
Cabai rawit merah: Rp 46.323 per kilogram
Bawang merah: Rp 33.742 per kilogram
Bawang putih: Rp 32.642 per kilogram
Gas elpiji: Rp 19.886
Harga-harga tersebut merupakan rata-rata di wilayah Jawa Timur dan dapat berbeda di setiap pasar, tergantung kondisi distribusi dan ketersediaan pasokan.
Komoditas Naik dan Turun Hari Ini
Berdasarkan perbandingan harga rata-rata hari ini, sejumlah komoditas mengalami perubahan. Cabai rawit merah tercatat naik Rp 2.968 atau sekitar 6,85 persen. Cabai merah besar juga mengalami kenaikan sebesar Rp 469 atau 1,91 persen, sementara cabai merah keriting naik Rp 512 atau 1,92 persen.
Di sisi lain, beberapa komoditas protein hewani justru mengalami penurunan harga. Daging sapi turun Rp 492 atau 0,41 persen. Daging ayam ras turun Rp 302 atau 0,84 persen, sedangkan daging ayam kampung turun Rp 645 atau 0,93 persen. Telur ayam kampung juga mengalami penurunan sebesar Rp 1.069 atau 2,33 persen.
Perbedaan arah pergerakan harga ini menunjukkan bahwa setiap komoditas memiliki dinamika tersendiri, tergantung pada kondisi pasokan dan permintaan di pasar.
Faktor yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga
Perubahan harga sembako dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor utama adalah keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Ketika permintaan meningkat sementara pasokan tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika pasokan melimpah, harga bisa mengalami penurunan.
Faktor cuaca juga berperan besar, terutama pada komoditas pertanian. Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mengganggu produksi dan distribusi, sehingga memicu kenaikan harga. Selain itu, kebijakan pemerintah seperti impor, subsidi, pajak, dan regulasi lainnya turut memengaruhi harga sembako.
Biaya produksi dan distribusi, termasuk harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, serta upah tenaga kerja, juga berdampak pada harga akhir di pasar. Fluktuasi nilai tukar mata uang, khususnya untuk komoditas impor, serta tingkat inflasi dan kondisi ekonomi secara umum turut memperkuat perubahan harga sembako.
Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, gangguan logistik, atau keterlambatan pengiriman juga dapat menyebabkan pasokan berkurang dan harga naik. Dengan banyaknya faktor yang memengaruhi, harga sembako cenderung berubah-ubah dan memerlukan pengawasan berkelanjutan agar stabilitas pasar tetap terjaga.