Ide Jualan Bubur Manis Takjil

Ide Jualan Bubur Manis Takjil Ramadan 2026 Paling Laris dan Menguntungkan

Ide Jualan Bubur Manis Takjil Ramadan 2026 Paling Laris dan Menguntungkan
Ide Jualan Bubur Manis Takjil Ramadan 2026 Paling Laris dan Menguntungkan

JAKARTA - Menjelang waktu berbuka puasa, banyak orang mencari takjil manis yang praktis, mengenyangkan, dan mudah dinikmati bersama keluarga. Kondisi ini membuka peluang besar bagi siapa saja yang ingin memulai usaha kecil dengan menu sederhana namun digemari, salah satunya bubur manis.

Bubur manis dikenal sebagai hidangan yang mudah dibuat, bahan-bahannya terjangkau, serta dapat diproduksi dalam jumlah banyak tanpa ribet. Selain itu, variasi rasa dan topping membuat bubur manis selalu relevan dan mampu menarik perhatian pembeli di bulan suci.

Bulan Ramadan menjadi momen tepat untuk berkreasi dengan hidangan manis sebagai takjil. Berbagai ide jualan bubur manis untuk takjil Ramadan 2026 bisa diterapkan, dari resep tradisional hingga variasi modern, sehingga menarik perhatian pembeli.

Bubur manis mudah dibuat dalam jumlah banyak dan hemat biaya. Penambahan topping seperti buah, kacang, atau sirup membuatnya lebih menarik dan meningkatkan peluang penjualan, termasuk ide jualan bubur manis untuk takjil Ramadan 2026.

Selain keuntungan finansial, menjual bubur manis juga memberi kebahagiaan bagi yang berbuka puasa. Usaha sederhana ini cocok dijalankan dari rumah atau tempat strategis, sesuai dengan ide jualan bubur manis untuk takjil Ramadan 2026.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang ide jualan bubur manis untuk takjil Ramadan 2026, Kamis (15/01/2026). Informasi ini dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin memulai usaha kecil selama bulan puasa.

Peluang Usaha Bubur Manis sebagai Takjil Ramadan

Bubur manis memiliki pasar yang luas karena cocok untuk segala usia dan selera. Teksturnya yang lembut serta rasanya yang manis gurih menjadikannya pilihan aman untuk hidangan berbuka puasa.

Selain rasanya yang familiar, bubur manis juga mudah dikemas dan dibawa pulang. Hal ini membuatnya cocok dijual di pinggir jalan, depan rumah, maupun melalui layanan pesan antar.

Bahan baku bubur manis umumnya mudah didapat di pasar tradisional maupun swalayan. Harganya yang terjangkau membuat modal awal usaha ini relatif kecil.

Proses memasak bubur manis juga tidak memerlukan peralatan khusus. Cukup dengan kompor, panci, dan spatula, produksi sudah bisa dilakukan dari dapur rumah.

Dari sisi keuntungan, bubur manis menawarkan margin yang cukup menjanjikan. Dengan harga jual yang terjangkau, penjual tetap bisa mendapatkan keuntungan dari volume penjualan yang tinggi.

Usaha bubur manis juga fleksibel karena dapat disesuaikan dengan kapasitas produksi masing-masing. Penjual bisa memulai dari skala kecil lalu meningkatkannya sesuai permintaan pasar.

Kreativitas dalam penyajian dan variasi rasa juga menjadi nilai tambah. Hal ini membuat bubur manis tidak terasa monoton meskipun dijual setiap hari selama Ramadan.

Selain itu, bubur manis dapat disajikan hangat atau dingin sesuai selera konsumen. Fleksibilitas ini membuatnya semakin diminati di berbagai kondisi cuaca.

Dengan semua keunggulan tersebut, bubur manis layak dijadikan ide jualan utama saat Ramadan. Potensi pasarnya yang besar membuat peluang usaha ini semakin terbuka lebar.

Bubur Klasik Favorit Sepanjang Masa

Bubur Sumsum
Bubur lembut berwarna putih dari tepung beras dan santan, disajikan dengan siraman saus gula merah (kinca). Teksturnya lembut dan rasanya manis gurih, cocok untuk semua kalangan.

Estimasi Modal: ± Rp 50.000 – Rp 70.000 untuk 20 porsi (termasuk santan, tepung beras, gula merah, daun pandan). Modal ini tergolong rendah sehingga cocok untuk usaha rumahan skala kecil.

Bubur sumsum selalu menjadi pilihan favorit karena rasanya yang ringan dan mudah diterima lidah. Hidangan ini juga cocok dijual dalam kemasan cup kecil untuk takjil praktis.

Bubur Candil
Terbuat dari bola-bola kenyal dari tepung ketan atau ubi, disajikan dengan kuah gula merah dan santan. Tekstur kenyalnya unik dan rasanya legit.

Estimasi Modal: ± Rp 60.000 – Rp 80.000 untuk 20 porsi (tepung ketan, gula merah, santan, sedikit pewarna alami jika ingin variasi). Dengan modal ini, potensi keuntungan tetap menarik jika dijual dengan harga terjangkau.

Bubur candil sering menjadi pilihan karena tampilannya menarik dan teksturnya berbeda dari bubur biasa. Penambahan warna alami dari ubi ungu atau pandan juga bisa meningkatkan daya tarik visual.

Bubur Kacang Hijau
Kacang hijau direbus hingga empuk, dimasak dengan santan, gula merah, dan daun pandan. Bisa divariasikan dengan ketan hitam atau potongan roti tawar.

Estimasi Modal: ± Rp 70.000 – Rp 90.000 untuk 20 porsi (kacang hijau, santan, gula merah, pandan). Menu ini cocok untuk konsumen yang menyukai takjil yang lebih mengenyangkan.

Bubur kacang hijau dikenal sebagai hidangan bergizi karena mengandung protein nabati dan serat. Hal ini membuatnya diminati oleh konsumen yang ingin berbuka puasa dengan menu yang lebih sehat.

Bubur Ketan Hitam
Terbuat dari beras ketan hitam yang dimasak hingga pulen, disiram dengan kuah santan dan gula merah. Warnanya hitam pekat alami dan rasa manis gurih.

Estimasi Modal: ± Rp 70.000 – Rp 100.000 untuk 20 porsi (beras ketan hitam, santan, gula merah, daun pandan). Meskipun modal sedikit lebih besar, harga jualnya juga bisa lebih tinggi.

Bubur ketan hitam sering dipilih karena rasanya yang khas dan teksturnya yang legit. Hidangan ini juga cocok dijual sebagai menu premium dibanding bubur manis lainnya.

Strategi Menentukan Harga dan Menghitung Keuntungan

Menentukan harga jual bubur manis perlu mempertimbangkan biaya bahan baku, kemasan, dan tenaga produksi. Harga yang terlalu tinggi dapat menurunkan minat beli, sedangkan harga terlalu rendah bisa mengurangi keuntungan.

Perhitungan modal per porsi membantu penjual mengetahui margin keuntungan secara lebih jelas. Dengan data ini, penjual dapat menentukan strategi harga yang sesuai dengan target pasar.

Sebagai contoh, bubur sumsum dengan modal Rp 50.000 untuk 20 porsi berarti biaya per porsi sekitar Rp 2.500. Jika dijual seharga Rp 5.000, keuntungan kotor per porsi mencapai Rp 2.500.

Jika dalam sehari mampu menjual 40 porsi, potensi keuntungan kotor bisa mencapai Rp 100.000. Angka ini cukup menarik untuk usaha rumahan dengan modal kecil.

Kemasan juga berperan dalam menentukan harga jual. Cup plastik dengan tutup rapat dapat meningkatkan nilai jual sekaligus menjaga kebersihan produk.

Selain itu, topping tambahan seperti keju parut, kacang, atau potongan buah bisa meningkatkan harga jual per porsi. Variasi ini juga membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan.

Penjual juga bisa menawarkan paket bundling, misalnya beli tiga gratis satu. Strategi ini dapat meningkatkan volume penjualan sekaligus menarik pelanggan baru.

Pencatatan keuangan harian sangat penting untuk memantau keuntungan dan pengeluaran. Dengan catatan yang rapi, usaha dapat dievaluasi dan dikembangkan secara lebih terencana.

Selain harga, konsistensi rasa dan porsi juga harus dijaga. Hal ini penting agar pelanggan mendapatkan pengalaman yang sama setiap kali membeli.

Dengan perhitungan yang matang dan strategi penjualan yang tepat, usaha bubur manis dapat berkembang secara stabil selama Ramadan. Potensi pasarnya yang besar membuat usaha ini layak untuk dicoba.

Tips Sukses Menjual Bubur Manis Selama Ramadan

Gunakan bahan baku segar dan berkualitas untuk menjaga rasa bubur tetap enak. Kualitas rasa yang konsisten akan membuat pelanggan kembali membeli.

Pastikan proses memasak dilakukan dengan api kecil dan pengadukan rutin agar bubur tidak menggumpal. Tekstur yang halus menjadi kunci utama kelezatan bubur manis.

Sediakan beberapa pilihan rasa dan jenis bubur agar konsumen tidak bosan. Variasi menu juga meningkatkan peluang penjualan harian.

Kemasan yang bersih dan menarik akan meningkatkan kepercayaan pembeli. Penampilan produk yang rapi membuat bubur manis terlihat lebih profesional.

Manfaatkan media sosial dan aplikasi pesan antar untuk memperluas jangkauan pasar. Foto produk yang menarik dapat meningkatkan minat beli secara signifikan.

Pelayanan yang ramah dan cepat juga berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Konsumen yang puas cenderung merekomendasikan produk kepada orang lain.

Perhatikan waktu produksi agar bubur selalu dalam kondisi segar saat dijual. Bubur manis yang masih hangat atau baru dimasak biasanya lebih diminati.

Lakukan evaluasi penjualan secara berkala untuk mengetahui menu mana yang paling laris. Data ini dapat digunakan untuk menentukan fokus produksi berikutnya.

Dengan manajemen yang baik, usaha bubur manis dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang stabil selama Ramadan. Kesederhanaannya membuat usaha ini cocok untuk pemula maupun pelaku usaha rumahan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index