JAKARTA - IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Hari Ini, Ini Strategi Saham dan Level Penting yang Perlu Dicermati Investor
Pergerakan pasar saham nasional kembali menarik perhatian pelaku pasar setelah Indeks Harga Saham Gabungan menunjukkan sinyal teknikal yang semakin solid. Banyak investor mulai bersiap menyusun strategi untuk memanfaatkan peluang lanjutan penguatan.
Momentum positif yang tercipta dalam beberapa hari terakhir membuat optimisme pasar kembali tumbuh. Kondisi ini membuka ruang bagi investor ritel maupun institusi untuk lebih aktif mencermati arah pergerakan IHSG.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Rabu, 11 Februari 2026. IHSG hari ini akan menguat ke posisi 8.264-8.440, sehingga strategi rekomendasi saham menjadi penting untuk diperhatikan.
IHSG melompat 1,24% ke posisi 8.131 dan disertai peningkatan volume pembelian. Penguatan tersebut juga sudah menutup area gap 8.025-8.102 yang sebelumnya menjadi perhatian pelaku pasar.
Kondisi ini menandakan bahwa sentimen positif masih cukup kuat di pasar saham domestik. Banyak investor menilai momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari peluang jangka pendek maupun menengah.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk membentuk bagian dari wave © dari wave [x] ke 8.264-8.440. Ia menambahkan bahwa skenario ini menjadi acuan utama dalam strategi perdagangan saat ini.
“Namun, pada label merah, IHSG akan terkoreksi dulu ke area 7.922-8.006 untuk membentuk wave(b) pada pola triangle,” tutur Herditya. Pernyataan ini menandakan bahwa potensi koreksi tetap perlu diantisipasi oleh investor.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.712, 7.547 dan level resistance 8.214, 8.354 pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Level-level tersebut menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam menentukan titik masuk dan keluar.
Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas disebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 7.800-8.320. Prediksi ini memperkuat pandangan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi menguat.
Dengan berbagai pandangan tersebut, investor disarankan tetap mencermati pergerakan teknikal dan sentimen global. Hal ini penting agar keputusan investasi tetap terukur dan tidak terburu-buru.
Proyeksi IHSG dan Strategi Perdagangan Jangka Pendek
Pergerakan IHSG yang kembali menanjak mencerminkan adanya minat beli yang cukup kuat dari pelaku pasar. Volume transaksi yang meningkat juga menjadi sinyal bahwa investor mulai percaya diri menghadapi kondisi pasar saat ini.
Kondisi teknikal yang membaik membuat banyak analis memandang peluang lanjutan penguatan masih terbuka. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan karena potensi koreksi teknikal masih bisa terjadi sewaktu-waktu.
Level support dan resistance menjadi kunci penting dalam menyusun strategi perdagangan. Investor disarankan memperhatikan area tersebut sebagai referensi untuk menentukan aksi beli maupun jual.
Dengan support utama di kisaran 7.712 hingga 7.547, potensi pelemahan dinilai masih dapat tertahan di area tersebut. Sementara resistance di rentang 8.214 hingga 8.354 menjadi tantangan berikutnya bagi IHSG untuk melanjutkan tren naik.
Prediksi dari PT Pilarmas Investindo Sekuritas yang menyebut IHSG berpotensi menguat terbatas menunjukkan pasar belum sepenuhnya lepas dari tekanan. Kondisi ini membuat strategi selektif saham menjadi semakin relevan.
Investor disarankan tetap mengutamakan saham-saham berfundamental baik dengan dukungan teknikal positif. Pendekatan ini dinilai lebih aman di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif.
Selain itu, pengelolaan risiko tetap menjadi faktor utama dalam strategi investasi. Penentuan stop loss dan target profit perlu dilakukan secara disiplin agar potensi kerugian dapat diminimalkan.
Dengan memperhatikan berbagai indikator tersebut, investor diharapkan dapat memanfaatkan peluang yang muncul secara lebih optimal. Momentum penguatan IHSG saat ini dapat menjadi kesempatan menarik bagi pelaku pasar yang cermat.
Rekomendasi Saham dari Sekuritas untuk Perdagangan Hari Ini
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Timah Tbk (TINS), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA). Ketiga saham tersebut dinilai memiliki potensi menarik untuk dicermati dalam perdagangan jangka pendek.
Pilihan saham ini didasarkan pada kombinasi faktor teknikal dan sentimen yang mendukung pergerakan harga. Investor dapat mempertimbangkan saham-saham tersebut sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Sedangkan Herditya memilih saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT RMK Energy Tbk (RMKE). Rekomendasi ini mencerminkan fokus pada saham-saham dengan momentum teknikal positif.
Pemilihan saham tersebut juga mempertimbangkan potensi pergerakan lanjutan dalam waktu dekat. Hal ini memberi peluang bagi investor untuk memanfaatkan fluktuasi harga secara lebih optimal.
Kombinasi rekomendasi dari dua sekuritas tersebut menunjukkan adanya fokus pada sektor energi, perbankan, dan infrastruktur. Sektor-sektor ini dinilai masih memiliki prospek yang cukup menarik dalam kondisi pasar saat ini.
Investor disarankan tidak hanya terpaku pada satu rekomendasi, tetapi juga melakukan analisis mandiri. Pendekatan ini penting agar keputusan investasi tetap sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko masing-masing.
Dengan memadukan analisis teknikal dan fundamental, peluang meraih hasil optimal menjadi lebih besar. Momentum pasar yang positif saat ini dapat dimanfaatkan secara lebih strategis.
Rekomendasi Teknikal Saham Unggulan Hari Ini
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) direkomendasikan Buy on Weakness setelah saham ini menguat 3,03% ke 7.650 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Pergerakannya pun mampu menembus cluster MA20 dan MA200.
“Kami perkirakan, posisi AMMN saat ini berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C pada label hitam,” ujar Herditya. Buy on Weakness direkomendasikan di kisaran 7.275-7.500 dengan target price 7.875 dan 8.225 serta stoploss di bawah 7.175.
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) direkomendasikan Spec Buy setelah saham ini menguat 4,42% ke 378 dan disertai munculnya volume pembelian. Selama BBYB masih mampu bergerak di atas 356 sebagai stoploss, maka posisinya dinilai berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C.
Spec Buy direkomendasikan di kisaran 364-372 dengan target price 384 dan 436 serta stoploss di bawah 356. Rekomendasi ini menunjukkan adanya peluang pergerakan lanjutan dalam waktu dekat.
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) juga direkomendasikan Buy on Weakness setelah saham ini menguat 3,13% ke 3.950 dan disertai peningkatan volume pembelian. “Saat ini, posisi RAJA diperkirakan berada pada bagian awal dari wave 1 dari wave (5),” kata Herditya.
Buy on Weakness direkomendasikan di kisaran 3.580-3.830 dengan target price 4.470 dan 5.200 serta stoploss di bawah 3.470. Rekomendasi ini mencerminkan potensi pergerakan naik yang masih cukup terbuka.
PT RMK Energy Tbk (RMKE) direkomendasikan Buy on Weakness setelah saham ini menguat 1,21% ke 4.180 dan masih didominasi volume beli meski cenderung mengecil. Herditya menuturkan bahwa pihaknya memperkirakan posisi RMKE berada di awal wave (A) dari wave [B].
Buy on Weakness direkomendasikan di kisaran 3.980-4.130 dengan target price 4.560 dan 5.075 serta stoploss di bawah 3.720. Rekomendasi ini memberi gambaran peluang teknikal yang masih dapat dimanfaatkan investor.
Dengan adanya berbagai rekomendasi tersebut, investor memiliki lebih banyak pilihan saham untuk disesuaikan dengan strategi masing-masing. Namun, kedisiplinan dalam menerapkan manajemen risiko tetap menjadi kunci utama.
Sentimen Pasar dan Pergerakan IHSG Sebelumnya
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan pada perdagangan saham Selasa, 10 Februari 2026. Kenaikan IHSG hari itu terjadi usai FTSE Russell menunda pelaksanaan peninjauan indeks untuk pasar Indonesia yang semula dijadwalkan pada Maret 2026.
Mengutip data RTI, IHSG ditutup melesat 1,24% ke posisi 8.131,73. Indeks saham LQ45 bertambah 1,03% ke posisi 829,43 dan seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.
Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, kenaikan IHSG di tengah langkah FTSE menunda pengumuman review indeks saham Indonesia mencerminkan pelaku pasar tidak hanya bereaksi terhadap isu indeks saja. Menurutnya, investor juga mempertimbangkan sentimen yang lebih luas.
"Penguatan IHSG didorong oleh faktor teknikal serta membaiknya sentimen global, termasuk kenaikan harga komoditas yang mengangkat saham-saham sektor terkait dan mendorong aksi beli dari investor domestik,” ujar dia. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa faktor eksternal turut berperan dalam penguatan pasar.
Ia menambahkan, meski penundaan review indeks berpotensi menimbulkan ketidakpastian, dampaknya belum terasa langsung. Kondisi tersebut tidak menjadi faktor utama penggerak pasar pada perdagangan Selasa pekan itu.
“Optimisme juga datang dari kondisi bursa global yang cenderung positif, seiring reli indeks utama di Amerika Serikat pada akhir pekan lalu, yang turut memperbaiki persepsi risiko investor,” tutur dia. Hal ini memperkuat sentimen positif di pasar saham domestik.
Ia menambahkan, di sisi lain, kenaikan IHSG ini juga merupakan bentuk pemulihan teknikal setelah tekanan sebelumnya. Tekanan tersebut sempat dipicu oleh sentimen outlook Moody’s dan kekhawatiran terhadap indeks global.
“Pelemahan yang dipicu sentimen outlook Moody’s dan kekhawatiran terhadap indeks global membuat sejumlah saham berada di area jenuh jual, sehingga memicu aksi beli kembali dari investor domestik yang menilai valuasi sudah relatif menarik,” kata dia. Pernyataan ini menegaskan bahwa faktor valuasi turut mendorong minat beli.
Pada perdagangan saham Selasa pekan itu, IHSG berada di level tertinggi 8.140,86 dan level terendah 8.011,13. Sebanyak 556 saham menguat, 144 saham melemah, dan 116 saham stagnan.
Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.451.251 kali dengan volume perdagangan 45,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 20,4 triliun dan posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.800.
Seluruh sektor saham menghijau dalam perdagangan tersebut. Sektor saham consumer siklikal naik 2,95% dan mencatat kenaikan terbesar di antara sektor lainnya.
Sektor saham industri menanjak 2,72% dan sektor saham energi serta sektor saham basic masing-masing menguat 1,58%. Kondisi ini menunjukkan penguatan yang cukup merata di berbagai sektor.
Selanjutnya, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,61% dan sektor saham kesehatan melompat 1,23%. Sektor saham keuangan juga bertambah 1,36% dalam perdagangan tersebut.
Kemudian sektor saham properti menanjak 1,97% dan sektor saham teknologi mendaki 1,26%. Sektor saham infrastruktur bertambah 1,8% dan sektor saham transportasi menguat 1,74%.
Dengan kondisi tersebut, pasar saham domestik menunjukkan sinyal pemulihan yang cukup solid. Sentimen positif dari global dan faktor teknikal domestik menjadi kombinasi penting dalam mendorong IHSG.
Momentum ini menjadi dasar bagi proyeksi lanjutan penguatan pada perdagangan hari ini. Namun, investor tetap disarankan mencermati perkembangan global dan domestik yang dapat memengaruhi pergerakan pasar.