Pariwisata Indonesia

Pariwisata Indonesia Kian Dilirik Dunia, Devisa dan Kunjungan Terus Meningkat

Pariwisata Indonesia Kian Dilirik Dunia, Devisa dan Kunjungan Terus Meningkat
Pariwisata Indonesia Kian Dilirik Dunia, Devisa dan Kunjungan Terus Meningkat

JAKARTA - Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan kinerja yang semakin solid di tengah dinamika global yang terus berubah. Daya tarik destinasi nasional kian menguat dan mendapat respons positif dari wisatawan mancanegara.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa tren pertumbuhan pariwisata nasional bergerak ke arah yang menggembirakan. Penguatan ini terlihat dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan serta kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Widiyanti menyebut bahwa capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan strategi pemasaran dan promosi yang dijalankan pemerintah. Menurutnya, langkah promosi yang tepat sasaran telah memberikan dampak nyata bagi sektor pariwisata.

Pernyataan itu disampaikan Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat. Ia menegaskan bahwa upaya promosi dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.

Dalam Rapat Kerja Bersama Komisi VII DPR di Jakarta pada Rabu, 21 Januari 2026, Widiyanti memaparkan capaian sektor pariwisata sepanjang 2025. Ia menekankan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan turut menjadi pengungkit utama devisa nasional.

Pariwisata disebut sebagai salah satu sektor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian. Pertumbuhan ini dinilai sejalan dengan target pembangunan nasional.

Kunjungan Wisman Melonjak dan Lampaui Target

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebesar 12,66 juta kunjungan.

Peningkatan tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun. Tren ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan wisatawan asing terhadap destinasi Indonesia.

Widiyanti menjelaskan bahwa sekitar 72 persen kunjungan berasal dari negara-negara pasar utama. Negara-negara tersebut menjadi fokus utama promosi Kementerian Pariwisata.

Malaysia tercatat sebagai penyumbang terbesar kunjungan wisatawan mancanegara. Kontribusinya mencapai sekitar 17 persen dari total kunjungan wisman.

Kondisi ini menunjukkan kuatnya hubungan pariwisata regional. Kedekatan geografis dan konektivitas menjadi faktor pendukung utama.

Widiyanti juga memproyeksikan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 masih berpotensi bertambah. Setelah tabulasi final BPS pada Februari 2026, angka kunjungan diperkirakan mencapai 15,3 juta.

Proyeksi tersebut melampaui target Rencana Kerja Pemerintah yang ditetapkan sebesar 15 juta kunjungan. Hal ini menunjukkan kinerja pariwisata yang berada di atas ekspektasi.

Capaian tersebut dinilai sebagai hasil kerja kolektif berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri pariwisata menjadi kunci keberhasilan.

Widiyanti menilai pencapaian ini menjadi modal penting untuk pengembangan sektor pariwisata ke depan. Pemerintah berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan tersebut.

Devisa Pariwisata dan Kuatnya Wisata Domestik

Selain peningkatan kunjungan, sektor pariwisata juga memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara. Selama tiga triwulan pertama 2025, devisa pariwisata Indonesia tercatat mencapai 13,82 miliar dolar Amerika Serikat.

Widiyanti menyebut bahwa capaian devisa ini menunjukkan peran strategis pariwisata dalam perekonomian nasional. Sektor ini dinilai mampu menjadi penopang di tengah ketidakpastian global.

Pencapaian devisa tersebut juga berpotensi memperkuat posisi neraca sektor pariwisata secara berkelanjutan. Pemerintah optimistis tren positif ini dapat terus dipertahankan.

Dari sisi wisatawan nusantara, pergerakan wisata domestik juga mencatatkan rekor baru. Sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,09 miliar perjalanan.

Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar 1,08 miliar perjalanan. Capaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.

Widiyanti menilai tingginya pergerakan wisatawan nusantara menunjukkan daya tahan pariwisata domestik. Wisata dalam negeri terbukti menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional.

Ia menegaskan bahwa pariwisata domestik memiliki resiliensi yang sangat kuat. Peran wisatawan nusantara menjadi fondasi penting bagi stabilitas industri pariwisata.

Pertumbuhan ini juga mencerminkan meningkatnya minat masyarakat untuk berwisata di dalam negeri. Pemerintah terus mendorong penguatan destinasi lokal agar semakin kompetitif.

Ketenagakerjaan, SDM, dan Program Unggulan 2026

Dari aspek ketenagakerjaan, sektor pariwisata sepanjang 2025 telah menyerap 25,91 juta tenaga kerja. Angka ini menunjukkan peran pariwisata sebagai pencipta lapangan kerja yang signifikan.

Widiyanti menyampaikan bahwa penyerapan tenaga kerja sejalan dengan misi kementerian. Penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi utama pembangunan pariwisata.

Ia menegaskan bahwa sumber daya manusia adalah pusat dari pengembangan pariwisata. Pemerintah tidak hanya fokus pada kuantitas tenaga kerja, tetapi juga kualitasnya.

Berbagai program pelatihan dan sertifikasi terus didorong untuk meningkatkan kompetensi. Peningkatan kualitas SDM dinilai penting untuk menghadapi persaingan global.

Sepanjang 2025, pariwisata Indonesia juga meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional. Salah satu pencapaian yang menonjol adalah terpilihnya Bali sebagai destinasi terbaik dunia.

Penghargaan tersebut dinilai memperkuat citra positif pariwisata Indonesia. Reputasi global menjadi modal penting dalam menarik wisatawan berkualitas.

Memasuki 2026, Kementerian Pariwisata berkomitmen melanjutkan program-program unggulan. Fokus diarahkan pada peningkatan keselamatan berwisata dan pengembangan desa wisata.

Selain itu, pariwisata berkualitas dan penguatan program Event by Indonesia juga menjadi prioritas. Implementasi Tourism 5.0 terus didorong dengan fokus pada digitalisasi perizinan event.

Upaya lain yang dilakukan adalah pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi. Pada 2026, ditargetkan sebanyak 1.900 orang mendapatkan fasilitasi pelatihan dan sertifikasi.

Pelatihan sumber daya pariwisata juga difokuskan pada soft skills dan managerial skills. Program ini ditargetkan menjangkau 2.090 orang di 38 provinsi.

Selain itu, aspek pariwisata berkelanjutan menjadi bagian penting dari pengembangan SDM. Pendekatan ini diharapkan menciptakan pariwisata yang ramah lingkungan dan berdaya saing.

Pendidikan vokasi melalui enam Politeknik Pariwisata juga terus diperkuat. Lembaga ini ditargetkan menghasilkan 2.950 lulusan yang siap terjun ke industri.

Widiyanti menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut diarahkan untuk menjaga pertumbuhan pariwisata nasional. Pemerintah optimistis sektor pariwisata akan terus menjadi motor penggerak ekonomi.

Dengan strategi yang terukur dan berkelanjutan, pariwisata Indonesia diharapkan semakin kompetitif di tingkat global. Pertumbuhan kunjungan, devisa, dan kualitas layanan menjadi fondasi menuju pariwisata yang lebih kuat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index