INFOTUNTAS.COM — PT Pertamina (Persero) membangun dua sumur bor di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, untuk mendukung kebutuhan air bersih 153 kepala keluarga pascagempa. Sebelumnya, warga Watubaur harus menempuh perjalanan hampir dua kilometer untuk mendapatkan air. Kedua sumur itu melengkapi bantuan air bersih yang disalurkan pada masa tanggap darurat.
Dua sumur bor berdiri di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Sumur pertama berada di Mata Air dengan kedalaman 32 meter dan debit sekitar satu liter per detik, mendukung 85 kepala keluarga serta Polsek Reok.
Sumur kedua berlokasi di Kelurahan Wangkung, kedalaman 28 meter dengan debit sekitar 1,3 liter per detik. Sumber air itu melayani 68 kepala keluarga serta Gereja Stasi Wangkung, SDK Kedindi, dan PAUD St. Arnoldus Wangkung.
Dari Tangki Darurat ke Sumur Permanen
Pada masa tanggap darurat, Pertamina menyalurkan 108.500 liter air bersih melalui mobil tangki. Perusahaan pelat merah itu juga mendistribusikan 2.805 dus air mineral bagi warga terdampak.
Seiring kondisi berangsur pulih, pola bantuan bergeser dari distribusi harian ke pembangunan sumber air permanen. Masing-masing titik sumur dilengkapi menara air, tandon berkapasitas 1.100 liter, pompa, dan jaringan perpipaan.
Dua Kilometer yang Kini Terpangkas
Kristian Wawo, warga Watubaur, Kelurahan Wangkung, mengisahkan perjalanan panjang yang dulu harus ia tempuh setiap hari. Air hasil perjalanan itu dipakai untuk minum, memasak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
"Banyak suka dukanya untuk mendapatkan air bersih. Dulu kami harus berjalan hampir dua kilometer untuk mengambil air. Sekarang sumber air sudah dekat berkat bantuan dari Pertamina," ujar Kristian.
Hal serupa dirasakan Amelia, warga Watubaur. Menurut dia, air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak setelah gempa melanda Manggarai.
"Dalam kondisi bencana seperti ini, ketika air yang paling kami butuhkan bisa tersedia, kebutuhan utama kami menjadi terpenuhi. Terima kasih Pertamina sudah menghadirkan sarana air bersih di sini," tutur Amelia.
Alasan Pertamina Lanjutkan Bantuan
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menjelaskan, bentuk dukungan disesuaikan dengan kebutuhan warga pada tiap tahap penanganan bencana. Pada fase awal, air bersih dibutuhkan secepat mungkin.
"Di awal penanganan, masyarakat membutuhkan air bersih dengan cepat. Setelah kondisi berangsur pulih, kebutuhan berikutnya adalah memastikan masyarakat memiliki sumber air yang dapat terus digunakan. Karena itu, Pertamina melanjutkan dukungan dengan membangun sumur bor di dua lokasi," ujar Baron.
Baron menambahkan, keberadaan sumber air diharapkan membantu warga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Fasilitas sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum turut merasakan manfaatnya.
"Harapannya, manfaat sumber air ini tidak hanya dirasakan pada masa pemulihan, tetapi dapat terus digunakan masyarakat dalam jangka panjang," tambahnya.
Manfaat Jangka Panjang bagi Warga Reok
Bagi Kristian dan warga Watubaur, jarak dua kilometer menuju sumber air tak lagi menjadi rutinitas. Sumur bor di kelurahan mereka menyediakan pasokan yang bisa dipakai kapan saja.
Kehadiran sumber air itu menjadi bagian dari upaya masyarakat Reok menjalani kehidupan setelah bencana. Kebutuhan dasar yang sempat sulit dipenuhi kini tersedia lebih dekat dari rumah.