INFOTUNTAS.COM — Volkswagen Group mengevaluasi kelanjutan merek Seat setelah penjualannya terus menurun dan tidak memiliki model listrik. Cupra, merek saudara yang tumbuh cepat, diproyeksikan mengambil alih seluruh lini produk Seat saat model bermesin bensin dihentikan bertahap.
Seat menjadi merek pertama yang berpotensi dihentikan di tengah gempuran pabrikan China di pasar global. Volkswagen menyatakan masa depan Seat "di luar siklus produk saat ini masih dalam evaluasi" dan berbagai skenario tetap terbuka setelah 2030.
Seat Tertinggal Jauh dari Cupra
Seat belum meluncurkan model baru sejak 2020 dan menyumbang kurang dari 3 persen pengiriman global Grup Volkswagen pada 2025. Cupra yang diluncurkan pada 2018 justru menyalip penjualan tahunan Seat untuk pertama kalinya pada tahun lalu.
Cupra kini menawarkan tiga model listrik penuh, termasuk Raval yang disebut CEO Seat-Cupra Markus Haupt sebagai "game changer" pada Mei. Seat tidak punya satu pun model listrik dan tidak ada yang direncanakan.
Alasan Finansial di Balik Evaluasi
Eksekutif Volkswagen berulang kali menyatakan Seat tidak bisa membenarkan investasi program kendaraan listrik karena tidak menguntungkan. Sumber yang terlibat diskusi menyebut Cupra akan mendapat semua produk masa depan seiring model pembakaran Seat dihentikan bertahap.
"Kami tidak ingin mempertahankan dua nama merek," kata sumber tersebut, berbicara dengan syarat anonim karena pembicaraan bersifat rahasia.
Sejarah Panjang Seat di Bawah Volkswagen
Seat didirikan pada 1950 sebagai perusahaan negara selama era diktator Spanyol. Volkswagen mengakuisisi merek ini pada 1986 sebagai merek berbiaya rendah untuk memperluas imperium otomotifnya.
Langkah ini menandai korban merek besar pertama sejak pabrikan China mulai membanjiri pasar global. Terakhir kali sebuah merek besar menghilang adalah awal 2010-an ketika Ford mematikan Mercury, GM menghentikan Saturn dan Pontiac, serta Saab bangkrut.
Uni Eropa Desak China Batasi Ekspor Hybrid
Uni Eropa meminta China secara sukarela membatasi ekspor kendaraan hybrid sebagai bagian dari kesepakatan mencegah perang dagang. Brussels ingin penjualan hybrid buatan China dibatasi sekitar 15 persen pasar Uni Eropa, turun dari lebih dari sepertiga saat ini.
"Jika mereka tidak membatasi ekspor ke pasar kami, maka kami yang akan membatasinya," kata seorang pejabat Uni Eropa. "Ini tentang menghentikan deindustrialisasi. Kami harus bertindak."
Defisit perdagangan Uni Eropa dengan China mencapai 1 miliar euro per hari dan disebut Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen telah "mencapai titik kritis". Ia menyatakan "guncangan China kedua sudah ada di sini" dalam pidato State of the Union tahunannya.
Volvo Siapkan 13 Model Baru
Volvo merencanakan peluncuran 13 model hingga akhir dekade 2020-an sebagai upaya membalikkan kinerja penjualan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi di pasar kendaraan listrik yang kompetitif.
Lucid juga menggandeng Bolt untuk meluncurkan 25.000 robotaxi di seluruh Eropa. Kemitraan ini menandai ekspansi layanan kendaraan otonom di benua tersebut.